Pages

5.21.2016

GOES TO PALANGKARAYA (TES PJB Services PART 1)

Setelah memutuskan buat coba daftar PJB Service Pulang Pisau, pada hari selasa itu, dimana seharusnya training Indomar*t hari pertama, tanpa kabar dan konfirmasi dulu aku gak hadir gitu aja dan memilih ke Depnaker buat nyerahin berkas. I'm sorry yaa... ini keputusan berat tapi harus... :hammer:
Buat lebih meyakinkan, ku konfirmasi via sms ke nomor bpk yang tidak tau siapa namanya, memberitahu bahwa aku udah ngirim berkas, beliaupun membalas dgn ucapan terimakasih dan bilang kalo estimasi waktunya 2 minggu utk seleksi selanjutnya, beliau ini humble banget ternyata, katanya semoga ada rezekinya yaa... amiin deh pak.

Seminggu kemudian muncul sms dri HRD IN*mR*t mengundang buat ikutan training lagi, lohh bukannya udah gak bisa yahh klo gak ku hadirin, pikirku, tapi akhirnya ku balas aja "mohon maaf yg sebesar-besarnya, sy mengundurkan diri utk mengikuti training posisi md store, terimakasih banyak atas kesempatan yang sudah diberikan, sekali lg sy mhon maaf." ini tulus dari hati yang terdalam lohhh minta maaf sama ucapan terimakasihnya, serius...


Sebelumnya aku juga udah daftar buat jadi petugas sensus di BPS kotamadya, iseng-iseng aja sih buat kemungkinan terburuk, haha.. jadi kalo diliat lebih luas hidup ku ini penuh dengan rencana cadangan sebenarnya, kalo pertamanya masuk PLN (plan A), masuk Indom*r*t (plan B), masuk PJB S (plan C), dan jadi Petugas sensus ada di plan D. Makanya always keep calm, hahaha..... eh, gak juga sih
 



Read More..

4.09.2016

TAKE IT OR LEAVE IT

Ini lanjutan cerita dari post terakhir kemaren sih, tapi beda kasus.
Selama menunggu hasil pengumuman tes psikotes PT. PLN, aku menerima panggilan dari perusahaan minimarket yang baru menmbah lini bisinisnya di bjm jadi ada rekrutmen besar-besaran. Sebelumnya aku sama temen ku, Imar, emang udah ngirim surat lamaran kesana lewat pos, haha.. karena pas nyari kantornya gak ketemu, kami pikir kantornya beda sama In***osir, ternyata emang beda *lha.. tapi tepat dibelakangnya.. :hammer: karena kami gak masuk dan gak nanya, jadilah ujung-ujungnya ngirim lewat pos. Gak berapa lama kami berdua pun dapat undangan buat tes interview, yowesss kita pun berangkat bareng.

Tes Interview nya lumayan lancar sih, karena gak seperti interview-interview sebelumnya yang bikin aku ngerasa bego banget, interview kali ini aku bisa ngejawab dengan baik, seingatku sih banyak jawab "iya", "bersedia", "gak masalah", gitu aja terus rata-rata jawabanku, kecuali pas diminta cerita tentang diri sendiri, itu juga singkat padat dan berisi jelasinnya, sampe mbak yang interview nanya lagi, "udah? gitu aja?", "iya, itu aja." jawabku kalem, hehe

Berselang gak sampe satu minggu, undangan buat tes psikotest dan wawancara datang lagi, sayangnya kali ini Imar gak dapat kesempatan itu, jadinya aku sendiri pergi ke tempat testnya. Ternyata tesnya lumayan lama, ada sekitar 6 peserta untuk perusahaan Indomaret, sisanya gabung sama peserta calon karyawan PT. Hasnur gitu.

Bentuk tesnya itu seingatku bentuk IST (tes intelegensi), EPPS (Edward Personal Preperence Schedule), Kraepelin tes, Wartegg Tes, dan menggambar orang. Ternyata tes Kraepelin lebih mudah daripada Tes Pauli, aku gemes banget lah sama tes pauli sebelumnya, jadi saat ngerjakan tes kraepelin, aku bener-bener fokus untuk menuntaskan dendam terhadap tes pauli :hammer:. Walaupun masih penasaran sama tes pauli, tapi aku cukup puas dengan tes kraepelin ku yang lumayan stabil fluktuasinya.

Nah, konflik dari cerita ini di mulai saat aku selesai mengikuti tes psikotes In*****r itu *tsaaah*. Hari itu kamis, tanggal 4 Februari, setelah tes, aku dapat 3 panggilan gak terjawab dari nomor yang gak di kenal. Sampai rumah, aku coba menghubungi balik nomor itu, jadi langsung ke dialog aja lah..
"haloo..."
"iya halo selamat siang, ini benar dengan riska amelia?" suara bapak-bapak.
"iya saya sendiri, ini siapa ya?"
"gini, saya dari panitia rekrutmen PJBS mau sosialisasi.."
"sosialisasi??.. maaf putus putus... halo.... haloo.. " tut tut tut.. MATI, karena ku pencet sendiri :hammer: 
Terus nomor itu nelpon lagi, 
"maaf ya pak, tadi putus-putus..."
"iya, gak pa pa, jadi gini, kita dari panitia seleksi PJB Service di pulang pisau membuka pendaftaran untuk calon karyawan yang bersedia ditempatkan pulang pisau, kalau mbak Riska bersedia bisa kirimkan segera cv dan berkasnya melalui Depnaker. Kebetulan kita dapat kontak Riska dari Depnaker Banjarmasin."
"Ohh dari Depnaker Banjarmasin ya? maaf, ini apa ya tadi?" aku bengong karena masih loading. Sebenarnya mau tanya, Pulang Pisau itu apa, nama daerah kan ya? tapi dimana?? tapi gak ku tanya karena ntar kedengeran Oon banget.
"Kita dari PJBS yang nantinya karyawannya akan di tempatkan di PLTU Pulang Pisau, PJBS ini ke panjangannya Pembangkit Jawa Bali Service yang merupakan anak perusahannya PT. PLN (Persero). Untuk menghindari penipuan, Riska bisa cek langsung ke Depnaker atau buka situs resmi kita ya."
"oooooohh... jadi gimana gimana?"
"kalau Riska mau bisa daftarkan berkas ke Depnaker Banjarmasin yang di Km. 6 itu, tau kan?"
"iya tau, berkasnya apa aja ya, pak?"
Beliau pun mendikte kan berkas-berkas yang harus ku siapkan beserta surat pernyataan bersedia ditempatkan di Pulang Pisau itu.
"Ditunggu sampai tanggal 12 (Februari) yaa.."
"baik pak, terimakasih infonya.."
"iya sama-sama"
tut.
aku masih bengong. Trus ambil HP dan searching di Google tentang PJB Service. Saat itu aku sendirian di rumah. Gak berapa lama, mamasaurus nelpon, sekalian aja ku tanya, 
"ma, pian tau lah, pulang pisau itu dimana?",
 "di Kal teng kan," 
"hah? Kal teng? berarti masuk palangka? jauh kah?"
"sebelum palangka, habis kapuas, gak jauh kok itu, emang kenapa?"
"ohhh.. gini.." ku ceritain aja secara singkat telpon dari PJBS barusan, mamasaurus gak terlalu ngerti juga sih, tapi katanya Pulang Pisau itu gak jauh-jauh amat. Yaudah sampe disini aja dulu.

Keesokan harinya, Jumat 5 Februari, sekitar pukul 11, aku dapat sms dari In*****r buat Pengarahan Training di Kantor pusatnya, kaget sih, karena ku kira hasil tes psikotes bakal keluar paling gak semingguan, ternyata hari itu udah keluar aja, dan sorenya lagi bakalan dikasih pengarahan. Antara bingung dan dilema besar sih, kalau udah training bakalan tanda tangan kontrak, tapi kan aku masih nunggu hasil pengumuman PT. PLN yang katanya bakal keluar hari itu juga, dan biasanya sih malah hari baru keluar. Gimana kalau ternyata lolos, kan gaswat. Tapi In*****r ini gak sesuai prediksi, cepet banget hasilnya, mana sore diminta kesana, pikir deh.. gimana kalau sore itu juga diminta tanda tangan kontrak, sedang malamnya ntar baru keluar pengumuman dari PLN, siapa yang gak bingung coba, jadinya sms dari in*****r blum ku konfirmasi.. sampai siang ternyata pengumuman tes PLN lebih cepat dari yang ku duga, sekitar jam 1an, pengumannya udah keluar, dan aku udah positif tereleminasi... *bawa koper* wkwk

Sempat laporan dan nanya pendapat mamasaurus sih, gini
"ma, tes PLN udah keluar, aku gak lolos,"
"yaudah gpp, berarti bukan rezeki"
"tapi ternyata tes yang baru kemaren malah lolos, dan sore ini bakal ada pengarahan di kantornya.."
"ooh.. yang indosat itu?"
"in*****r, di km. 12 ituuu.."
"trus nanti kerjanya dimana?"
"yaa di toko yang tersebar disini, tapi paling dekat daerah sini kalau ditempatkannya,"
"oohh.. bukan di Ind*****t itu?"
"bukan, ind******t sama in****r itu beda,"
"mama kira sama,"
"jadi gimana yang PJBS itu, coba gak?"
"mama gak ngerti, coba tanya kk km, bilang klo km udah diterima di PT. Indomilk,"
"In**********r maaaa..."
aku seteres, gak ada konklusi, ckckck

Karena hasil tes psikotes PLN udah diprediksi berkat tes pauli yang berantakan itu, jadinya gak terlalu baper sih, wkwk.. ibarat jatoh dari gedung dilantai 12 PT. PLN, aku masih disambut hangat oleh PT. In*****r, haha.. tapi kebimbangan ku belum berakhir, karena aku belum tau pengarahan training ini ngapain?? kalo disodorin kontrak langsung gimana, ibarat lagi duduk di kursi panasnya kuis 'who wants to be a millionare', aku pun minta bantuan "ask the audience", alias nelpon kakasaurus, wkwkwk ku ceritain deh posisi ku dan telpon dari PJBS itu, dicoba atau gak.. pilihan ku ada dua, acc In*****R lepas PJBS, atau coba PJBS dan lepas In*****r yang udah pasti di depan mata ini.. pilihan yang sulit, karena kalau aku milih PJBS itu artinya aku ngulang dari awal lagi, sesuatu yang gak pasti, nyerahin berkas aja belom kan.. :hammer:

kata kakak ku, pikirin dulu matang-matang, PJBS itu status kepegawaiannya gimana, BUMN atau bukan, karena anak perusahaan PT. PLN yaa logikanya sih BUMN, tapi itu tadi statusnya apa? pegawai kontrak atau tetap atau gimana, kalau kontrak ya sama aja kan kaya in****r. Dan kakak ku nyuruh nannya-nanya lagi sama Bapak yang kemaren nelpon aku. Yaudah karena waktunya sempit, ku telpon aja langsung nanyain status kepegawaiannya, ternyata emang BUMN dan kalau diterima ya namanya Karyawan tetap gitu katanya, yang jelas bukan pegawai kontrak. Kakak ku pun bilang datang aja ke In****r sore itu, kalau diminta tanda tangan kontrak, minta waktu satu hari buat dipertimbangkan, dan kalau In*****rnya gak mau ngasih waktu, yaudah lepas aja. Aku mah nurut :hammer: karena emang bingung harus gimana.

Ternyata setelah kuhadiri, pengarahan di In*****r tentang persiapan training yang mulai hari selasa (karena pas itu senin tanggal merah), berkas apa aja yang harus dilengkapi dan baju yang harus dikenakan, katanya tanda tangan kontrak hari selasa, tapi kami udah dikasih tau sedikit banyak tentang isi kontraknya, poin pentingnya klo udah taken kontrak gak bisa mundur lagi, kecuali bersedia bayar pinalty selama 6 bulan kontrak pertama.. skakmat lah.

Malamnya kakak ku datang ke rumah, kami pun bertukar pikir panjang lebar dan aku dapat kuliah 4 sks malam itu. kurang lebih kayak gini lah perdebatan yang terjadi
"kalau km ambil in*****t ini, selama 6 bulan km gak bisa daftar pembukaan calon karyawan BUMBN lagi, trus kalo ada penerimaan CPNS gimana?"
"tapi kan belum pasti ada, kalau BUMN juga blum pasti lulus"
"yaiyalah, kalau gak dicoba gimana bisa tau lulus apa gak?"
"iya kann PJBS ini bener-bener mulai dari awal lagi, belum juga ngantar dokumen,"
"trus kenapa? km khawatir gak lulus, trus nyesal melepas in*****r?"
"yaa kan sekarang yang pasti di depan mata itu in*****r, aku udah berusaha ngelamar di beberapa tempat dan kali ini berhasil lolos disini, siapa yang gak sayang ngelepas, ditambah lagi tahapan buat diterima di In*****r ini juga gak mudah, ada banyak orang yang ngelamar tapi gak semua diterima, termasuk temen ku sendiri.. ditambah lagi kemaren juga baru gagal tes psikotes PLN, ibarat jatuh itu aku gak jatuh 'melebuk' banget karena masih diterima di In*****r, itu yang bikin aku gak kecewa dan sedih sedih amat,"
"baru juga gagal sekali tes itu udah kapok ikut tes lagi, aku nih yaa... udah pengalaman berapakali gagal tes tapi gak berhenti mencoba sampai akhirnya bisa diterima,"
"bukannya kapok.. aku juga mau ikut tes lagi, tapi sambil kerja atau nanti nanti gitu kan bisa.."
"km ini gak tau dunia kerja, denger yaa.. aku tuh udah tau keluhan orang-orang yang kerja pake kontrak, banyak dari mereka yang mau berhenti kerja, yang gak tahan lagi karena tekanan dan dikejar target tapi gak bisa karena terikat kontrak, dan kalau km ikut tes sambil kerja itu kemampuan km udah gak optimal lagi, pikiran dan tenaga terbagi-bagi. Emangnya rencana km apa setelah kerja di In*****r? mau selamanya disana?"
"gak sih, tapi kan ada jenjang karirnya juga"
"trus mau kerja disitu aja?"
"ya kan sebagai batu loncatan dulu"
"nantinya juga bakalan dilepas, toh sama aja kan bakalan nyari kerjaan lagi, dan kamu tau rasanya kalau km udah terbiasa nerima gaji tiap bulan, sama gak nerima gaji sama sekali itu rasanya lebih berat daripada di posisi km sekarang yang belum ngerasain gaji"
aku diam.
"lagian kenapa sih mau cepet-cepet kerja?"
"semua orang mau cepet dapat kerja kali.."
"tapi jangan gegabah juga, jalan km masih panjang, nyoba ikutan tes juga baru sekali gagal, ngapain buru-buru, kalau mau dapat yang terbaik itu harus lebih sabar dan usaha lebih keras, km mau dapat yang terbaik gak buat masa depan kamu?"
ka Paris menambahkan, "emangnya knpa mau cepat2 kerja? malu ya sama temen-temen?"
"hmmm.... gak sih, soalnya masih banyak juga temen yang belum dapat kerja, jadi biasa aja. cuma.. aku bosannn di rumah aja setiap hari, aku juga udah capek rasanya nyari kerja.. makanya pas ada kesempatan ini aku bingung, bukannya bersikeras mau kerja di in*****r, aku cuma lagi bingung..."
"ohh kali aja malu sama temen-temen, soalnya kalau kayak aku kan anak laki-laki emang lebih berasa jadi beban dan malu kalau belum kerja, kalau kamu perempuan ya gpp, gak perlu dijadikan beban gitu.. kami juga gak ada yang maksa kamu buat cepat-cepat kerja, kan.."
hmm... tetep aja aku juga mau mandiri, punya penghasilan sendiiri (dalam hati aja sih ngemeng gini)

"menurut ku km itu cuma lagi di puncak jenuh aja, tapi jangan sampai gara2 itu malah salah langkah. Nyari kerja itu sama kayak nyari jodoh riska, kan sama-sama rezeki, emangnya km mau kalau ada yang mau sama km gitu langsung km terima cuma karena dengar kata-kata orang? misalnya nihh,, kamu dikatain orang karena belum kerja atau belum nikah, misalnya aja yaa.. trus karena gak mau denger lagi orang yang ngatain km itu, kamu terima aja asal ada yang mau, gitu.. km emangnya mau nerima orang yang mau sama km cuma karena gak mau diomongin orang lagi?”
“yaa gak lahh..” gak banget malah :hammer:
“nah, kalau km ngelakukan sesuatu cm karena omongan orang lain, orang bakalan berhenti ngatain kamu, bakal berhenti ngomentarin hidup kamu, tapi yang jalanin hidup siapa? Km kan.. yang tau km bahagia atau gak siapa? Kamu juga. Orang lain cuma bisa lihat hidup kita dan ngasih komentar tapi mereka gak tau apa-apa dan gak ngejalani kan, km bahagia atau gak, mereka gak bakalan tanggung jawab sama keputusan yang km buat.. trus buat apa km mentingin omongan orang? Yang ngejalanin kamu, yang bahagia atau gak itu km, bukan mereka.”

aku manggut-manggut aja, kali ini apa yang dibilang kakak ku bener-bener kena di hati.

“aku cuma.... khawatir bakalan susah nyari kerja lagi, karena kalau aku gagal, aku gak tau harus gimana lagi...” kata ku, jujur.
“itu artinya kamu gak punya Tuhan..”
jleb.
“rezeki setiap manusia itu udah ada yang ngantur, kalau km takut gak dapat rezeki, itu artinya km gak percaya sama Tuhan. Dengar ya, gak ada satu hal pun di dunia ini yang sia-sia, walaupun km gagal pun, gak akan ada yang sia-sia. Kalau aku jadi km, aku bakalan ngelepas indomaret ini, dan lebih bersabar, gak pp menunggu lebih lama, gak pp gagal lg, tapi usaha km pasti akan ada hasil. Yang penting mencoba dulu. Itu sih kalau aku jadi km. Tapi terserah lah.. aku cuma ngasih saran berdasarkan pengalaman. Mau pilih yang mana, keputusan tetap sama km.”
Ka Paris nambahin lagi, “jadi kesimpulannya gini ya riska, apapun keputusan km, aku, ka widya, mama, dukung penuh, tapi saran kami ya kayak gitu tadi, sebagai bahan pertimbangan km juga, selanjutnya km yang memutuskan.”

aku manggut-manggut lagi kayak burung perkutut kena sawan.

Sabtu.. minggu.. senin... aku berpikir.. berpikir.. dan berpikir...

Udah bertukar pikir sama beberapa temen juga, ada yang bilang 'ambil yang pasti-pasti aja', ada juga yg sepakat ma saran kakak ku, hmm..

Akhirnya fix ngundurin diri, biar greget :hammer:

Saat itu ku putuskan apapun yang terjadi, aku gak akan menyesal. Perjalanan masih panjang. Fiuuuhhhh..

It's okay, let's take the long way... mulai lagi dari awal, dengan jalan yang lebih greget, karena gak tau gimana ujungnya..


(bersambung)
Read More..

4.02.2016

PENGALAMAN TES MASUK PT PLN (PERSERO) JANUARI 2016

Walaupun cerita ini sebenernya udah 'latepost' banget karena sekarang udah bulan April, tapi gak apalah, daripda gak sama sekali. dan alasan posting ginian karena ada iklan kosmetik yang bilang 'pengalaman mengajariku segalanya', jadi ku rasa ini cerita bisa diambil hikmahnya..walaupun sedikit wkwkwk

Sebelumnya terimakasih untuk blognya
https://anggapurnamaarifin.wordpress.com/
yang cukup berjasa dalam memberikan gambaran tahapan tes PT. PLN yang diikutinya, jadi pas melewati tahapan tes aku udah tau gimana bentuknya dan gak kaget lagi. Makanya ku tulis aja pengalaman ku yang pertama ini, kali aja ada yang merasa terbantu juga, haha

Awalnya pendaftaran untuk tahap administrasi PT.PLN (Persero) dibuka sejak 1-30 Desember 2015. Tahapan seleksi PT. PLN ini sistem gugur di tiap tahapannya, jadi kalo gugur di satu tahap, gak bisa lanjut lagi ke tahap selanjutnya. Urutannya setelah lulus tahapan administrasi, lanjut ke tahap tes GAT (General Aptitude Test), trus Tes Akademik dan Bahasa Inggris, dan lanjut ke Tes Psikotes, trus Tes kesehatan, terakhir wawancara. Tes ini berlangsung dari tanggal 18-20 Januari 2016. nah kita bahas satu per satu deh, karena klo keroyokan ribet kann.

1. Tes GAT (General Aptitude Test)
Setelah seleksi administrasi yang kata panitianya ada 2000an peserta yang daftar, sedangkan yang lulus sekitar 1000an, itu udah mencakup seluruh lulusan S1 semua jurusan, untuk jurusan hukum sih sekitar 159 peserta klo gak salah, jadi saat itu kita tesnya berlokasi di kantor pusat PT.PLN (Persero) Kalselteng di Banjarbaru. Ada banyaaak sekali peserta tes yang datang walaupun udah dibagi jadi dua sesi. sesi pagi dan siang. Kebetulan pas itu aku dapatnya sesi pagi. dan kebetulan juga ada temen seangkatan yang ikutan, banyak sih sebenernya temen seangkatan dan kakak2 senior fakultas hukum Unlam yang namanya sudah gak asing lagi, hahaa.. jadi berasa final test di kampus :hammer:
nah, hari pertama aku ngikutin tes berangkat bareng Febri dan Nida, sampai disana kami gabung ma temen seangkatan lain yang duduknya masih sebaris. Singkat cerita. Tes pun dimulai.
Tes GAT ini merupakan tes untuk mengukur IQ kita, jadi ada beberapa bagian dari GAT ini antara lain Pengetahuan Umum, Kosakata, Hubungan kata, Aritmatika, Deret angka, dkk. Jawab ginian emang untung-untungan sih, tapi perlu latihan juga. Persiapan ku sebelumnya juga jawab2 soal kayak gini, biar gak kaget aja gitu. Dan karena gak ada sistem minus kalau jawabnya salah, jadi usahakan jawab semuanya.
2. Tes Akademik dan Bahasa Inggris
Pengumuman tes GAT pada malam hari, pukul 10 malam, kebayang gimana nungguinnya dan untuk persiapan.. gak usah ditanya, untung berkat baca blog yang disebutin diatas, aku udah tau kalo Tes Akademik ini ternyata materinya tergantung jurusan kita, karena aku jurusun hukum jadi soal2 yang bakalan keluar juga berkaitan dengan hukum. Yah, gimana pun, gak tau juga sih materi hukum apa yang keluar, bener-bener gak ada bayangan belajar apa. jadi yaudahlah, pasrah aja :hammer: Buat Bahasa Inggris juga udah gak tau belajar dari mana, ingat-ingat pelajaran soal tense dan grammar yang paling dasar aja.
Berkat faktor Luck dan kemampuan seadanya, alhamdulillah aku lulus tahapan GAT dan lanjut lagi ke tahap ini, peserta yang tersisa untuk semua jurusan aku udah lupa, tapi untuk jurusan hukum tersisa 33 peserta, dan banyak senior dari kampus ku.
well, hari itu aku dapat sesi pagi lagi. Ternyata eh ternyata materi jurusan hukum yang keluar pada tes akademik adalah materi mata kuliah hukum perusahaan 100%, ini info penting loh yaa buat anak hukum yang pertama kali ikutan tes, hahaa... singkat cerita lanjut lagi ke tes bahasa inggris yang soalnya bikin kepala berasa disengat listrik PLN 1000watt, puyeng cuyyyy,, mana banyak istilah-istilah yang masih asing. Trik buat ngadepin kedua tes ini intinya satu aja, yang penting baca dan usahakan jawab semua... dengan tepat.. haha, sistem penilaian di tahap ini gak kaya tahap GAT yang tanpa pengurangan poin, di tes ini kalau salah pake  minus poin dan kalau benar ada plus poin, kalau kamu mau jawab yang bisa-bisa aja dulu, untuk yang ragu2 sama jawabannya terserah mau tetep jawab atau gak, kalau aku sih yang penting 50% lebih jawaban yang ku punya udah meyakinkan tepat, sisanya walaupun ragu ya tetap jawab aja, faktor terlalu pede sih wkwk
nah setelah itu semua, sisanya banyak-banyak berdoa, beramal, dan tawakal..
ketika pulang, aku masih kaget sama soal-soal hukum perusahaan yang ku temui, udah usahakan jawab semua sih. trus untuk lebih meyakinkan diri, ku cek aja nilai matkul itu di transkrip, ternyata B+.. hmm not bad, masih ada peluang *maksabuatoptimis haha
Malamnya ketika nungguin pengumuman yang tak kunjung diupload, aku baca lagi pengalaman si anggara purnama tadi tentang tes psikotes, kayaknya berat..:hammer: aku pun baca2 contoh soal yang diupload diblognya sampe penguman hasil tes akademik dan b. inggris keluar alhamdulillah berkat doa, kemampuan seadanya, dan amal ibadah :hammer:..lanjut lagi besoknya untuk tahap psikotes.

3. Tes Psikotes
Tes ini memerlukan waktu paling banyak dari tahapan tes sebelumnya, sampe setengah hari, dan kami disarankan untuk makan banyak dan menyiapakan energi buat fooooooookkkuuuusss karena bakal melelahkan, katanya.. sebagai antisipasi bukannya minum aqua, aku malah ngemil coklat biar agak tenang :hammer: soalnya kalo banyak minum takutnya jadi sering pipis ntar. Peserta yang tersisa untuk jurusan hukum pada tahap ini adalah 20 orang.
Tes psikotes ini diawali dengan PAPI (Perception And Preference Inventory) alias tes kepribadian, selanjutnya dilanjutkan Wartegg test, Menggambar Pohon dan menggambar orang. Terakhir, test pauli. Semuanya ku kerjakan dengan lumayan lancar hingga tiba di tes pauli kamfret itu.. :hammer: Pada tes ini, aku bener-bener gagal paham, karena sebelumnya gak pernah latihan dan ku pikir ngitungnya dari atas kebawah jumlahkan, lanjut hasil jumlahnnya di jumlahkan lagi ke angka bawahnya, begitu seterusnya.... kan begoooo... padahal udah dikasih instruksi kalo cara jawabnya angka atas di tambah angka bawah, atas bawah atas bawah.. jumlahnya gitu,, namanya juga gagal paham.... mau bilang "ada aqua?" ke panitia juga percuma kannn.. -_- 
karena itu, fokus ku hilang dan sempat blank antara mau memperbaiki jawaban yang terlanjur salah hitung atau lanjut ngitung aja, akhirnya aku lanjutin aja, dan dapatnya bahkan gak sampe satu halaman, parah banget lahh...

Pas pulang, rasanya pengen nyanyi lagu "gugur bunga" disepanjang jalan, wkwkwk

pengumuman untuk tes psikotes ini lumayan lama, sekitar 2 minggu. Dan endingnya yang lolos untuk tahap tes kesehatan dari jurusan hukum adalah 6 orang, iya 6 biji doang :hammer: dan gak termasuk aku,, harus disini lahh kita berpisah, lambaikan tanganmu..... harus sampai disiniii :nyanyi:
wkwkwkwk

But it's okay, gak ada segala sesuatu yang sia-sia, katanya pengalaman adalah guru terbaik dalam hidup...
ever tried, ever failed. no matter. try again. fail again. fail better. 
Read More..

1.27.2016

Totaly Curhat : ESCAPE

Perempuan.
apa yang pertamakali terlintas dipikiran kamu ketika mendengar satu kata itu?
Perempuan itu kadang sensitif, sensitif banget malah.
dan sebagai perempuan yang kadang sensitif pake banget (iya, aku juga perempuan asal kamu tau), hal itu sangat menguras emosional ketika gak bisa mengekspesikan apa yang ada dalam pikiran dan perasaan.
Read More..

1.11.2016

Ngetrip Salah Destinasi

Jumpa lagi di 2016... yooooooot!
Postingan kali ini bakal ngebahas cerita kami di awal tahun ini. iya tanggal 1 januari kemaren  kita-kita yang terdiri dari aku, Mardiati, Dhita dan tapay-tapay Kinday (hahahahaaa). Sama teman-teman dari LPM Kinday maksudnya, ngetrip dadakan ke daerah Pelaihari lagi. Sebenarnya ini rencana kita bertiga doang sih, niatnya mau ke Bukit Pantai Linuh di Desa Tirta Jaya, bertiga aja. Tapi pas malam tahun baru kebetulan aku mampir ke sekre dan ngajakin ka Ijul dan Amad, jadi mereka dan lain-lain pun ikut.

Padahal, kita sama sekali gak tau lokasinya Bukit Pantai Linuh itu dimana, aku cuma taunya dari postingan orang lain di Instagram terus nanya-nanya deh ke temen yang tinggal di daerah pelaihari. Setelah ku rasa infonya cukup, yahh dengan modal nekat udah bikin rombongan kesana, hihi

Diperjalanan, kami sempat terhenti di daerah Tambang Ulang karena motor ka Ijul yang mogok ditambah hujan deras, kami pun memutuskan buat duduk-duduk nunggu hujan reda, dan gak kerasa waktu menunggu itu udah memakan waktu berjam-jam, bayangkan... kami pergi dari Banjarmasin pukul 10 pagi, dan tersendat di daerah tambang ulang sampai nunggu hujan reda pukul 2an, sempat terbesit keinginan buat balik aja dari yang lain, tapi ku rasa udah sampai sana trus klo kami balik lagi itu rasanya zonk besar daaannnnn konyol banget, sayang banget lah.. lagian baru pukul 2, perjalanan masih bisa dilanjutkan, pokoknya maju terus pandang mundur, merdeka!! #loh?! Ka Acad dan Ka Ijul selaku yang paling tua pun ngikut aja sama saran ku buat tetap lanjut, secara itu kan ide ku buat pergi kesana, hehe

Saat tiba di Pelaihari kami pun sempat nyasar dan terpisah-pisah, untung ada alat ajaib yang namanya handphone yang alhamdulillah ada pulsanya, itu pun pinjam punya Mardiati wkwkwk.. akhirnya berkat kecanggihan alat komunikasi itu kami dipertemukan kembali tepat di perbatasan Bajuin. Saat itu rombongan ku yang terdiri dari dhita, Mardi, eman, dan Pungky emang sengaja nunggu diperbatasan biar mencolok aja, sekalian kami nanya-nanya ke penduduk sekitar tentang bukit yang akan kami datangi, rupanya penduduk sekitar bahkan gak tau kalau ada bukit itu, katanya Pantai Linuh itu nama Desa dan gak ada kawasan wisata disana. Tapi Desa Tirta Jaya emang beneran ada, nah untuk menuju desa pantai linuh kami bisa lewat desa tirta jaya itu, tapinya lagi penduduk sekitar bilang kalau jalannya gak bagus dan sulit dilewati.
Read More..

12.18.2015

DEAR GOD

Dear God ini adalah judul lagu yang tentunya banyak orang gak asing lagi sama bandnya yaitu Avenged Sevenfold, jujur aja cuma ini lagu dari band ini yang ku tau, haha.. dan sekarang pun sambil ngetik ini di kamar sambil diiringi lagu ini dari tv, iya tv ku udah menjelma kayak radio yang mutar mp3 doang, karena acara tv gak ada yang bagus dan membosankan, jadi tv nya ku pake buat muter mp3 aja.. :v
lagian sama aja, kalau muter acara tivi paling juga ku anggurin, ga ditonton, cuma biar ada berisik-berisiknya gitu.. haha mending muter mp3 kan, bisa sambil nyanyi-nyanyi juga.

Nahh, entah kenapa nih lagu Dear God gak sengaja jadi sering diputar di tv, alias sering kena giliran gitu, aku curiga lagunya lebih dari satu di list mp3 yang ku putar, bahkan pas aku makan pentol kuah tadi sore, radionya si paman pentol kuah juga mutar lagu Dear God.. serius.

Sebelumnya udah tau sih lirik lagu sama maknanya, tapi jadi pengen share disini aja, lagu ini bercerita tentang curhatan seorang pria sih, yang udah pasrah banget sama keadaan, dan gak disarankan buat dijadikan tauladan #apasih wkkwk.. Jadi si pria di lagu ini minta pertolongan sama Tuhan buat jagain perempuan yang dia sayang saat dia gak ada di sampingnya, si pria terus-terusan khawatir, dia pun lelah dan mau nyemplung ke rawa-rawa aja.. daripada ngaco mending langsung aja nih liriknya:

A lonely road, crossed another cold state line
Miles away from those I love, purpose hard to find
While I recall all the words you spoke to me
Can't help but wish that I was there
Back where I'd love to be, oh yeah

Dear God, the only thing I ask of you
Is to hold her when I'm not around
When I'm much too far away
We all need that person who can be true to you
But I left her when I found her
And now I wish I'd stayed
'Cause I'm lonely and I'm tired
I'm missing you again, oh no...
Once again
Read More..

I'M SORRY GOOD BYE

Ku pikir bakal lama gak posting disini, nyatanya sejak postingan terakhir nih laptop pinjaman malah nginap di rumah sampai sekarang, wkwk… eitsss bukan malingin yaah, emang dititipin sama yang punya karena tampangku bukan tampang kriminal yang bisa bawa kabur laptop orang seenak jidat.. soriii, kalau bawa kabur anak orang sih bisa.. #ehh? Ya gak lah!

Eksperimenku di perusahaan kemaren lumayan  melelahkan ternyata, dan ku rasa udah cukup main-mainnya, satu bulan merasakan atmosfir baru dengan tujuan hanya ngisi waktu, kayaknya keterlaluan kalo ku lanjutkan.. kenapa? Pertama, aku gak mau bikin orang hoping too much, and you know, that’s such a damn feeling when I can’t contribute anything to them. Kedua, satu bulan cukup buat memutuskan apakah aku bisa bertahan di industri itu atau gak, dan ku rasa gak deh. Ketiga, setiap habis prospek perut ku mual, pala ku pusing karena driver tim kami, Pak Sam nyetirnya kyk nyetir angkot. Dan sering banget ku bilang “santai aja pak, kita lagi gak main film fast and furious..” Dan Alhamdulillah terakhir kami prospek ke Martapura Pak Sam nyetir dengan lebih mulus biar aku gak kapok ikut, soalnya sebelum itu aku absen ikut prospek selama 2 hari gara-gara mabok trus stop dipinggir jalan buat muntah, dan siapa lagi yang patut disalahkan selain Pak Sam? wkwkwkwk

Jadi pas kami mau ke martapura, pak Sam gak sadar kalo aku ikut.. pas manajer kami bilang “langsung aja pak ke martapura,” aku kaget “eh? Seriusan mau langsung ke martapura pak?” pak Sam kaget, “eh?? Ada riska.. ayo ikut ajar ris, gak bakal mabok lagi deh..”, “yaampun pak, uln (saya) dari tadi disini, pian kada sadar laah?!”
Aku pasang tampang mati lah kalo Pak Sam nyetirnya kayak lagi diuber-uber satpot pp sampe ke martapura, manajer ku paham dan mau ngantar aku balik ke kantor, teman setim membujuk buat ikut aja, Pak Sam juga, karena ingin membuktikan kredibiltasnya sebagai driver gak akan bikin aku muntah lagi, dan akhirnya ku putuskan “yaudah ikut aja,” “yakin gak papa?” tanya manajer kami, “iya pak, gapapa..”, “nah gituu dong..” kata Pak Sam sambil ngajakin toss.
Read More..