Pages

5.12.2019

I DON'T KNOW WHAT TO DO

I had no courage.
It’s been a month, it’s the time I waiting for.

I spending time day by day full of suffering, but when the time is come, all the plan I made, all the things I wanna tell him, Every-single-world that I keep for this time, but I don’t have any courage for do that. I can’t start a chat. I’m afraid if he will ignore me. I’m afraid afraid and afraid. It’s always happen when I have plan to do / say something that need many of courage. This shiiit always happen.

I don’t wanna live in wishful thinking, not anymore.
I have many question for asking
I have many confession that I want to say.
But where all the courage I have?
I am the type of person who always waiting
I have enough patient
You know, I think it’s better to being alone, when I feel so bad
I want to finish this!!!
Aku ingin keluar dari semua ini, but I lose part of my self.
Masalahnya adalah, aku gak bisa mnghandle diriku sendiri, aku tau apa yang ku inginkan tapi tidak bisa melakukannya.
Come on Ris, what’s wrong with ‘start a chat first?’
I don’t know
I just wanna wait.
But I really really tired.
I wanna fix this

I don't wanna feel this anymore, I am suffering
what an idiot woman 

Read More..

5.09.2019

SICK

Waktu berjalan berasa laaamaaaa bgt
Pengen pulang tapi masih hari kamis
Kondisi tubuh udah gak enak (yakali klo enak mah dah abis dimakan kucing) *gaklucu
Pengen istirahaat, minum obat biar cepet sembuh, trus tidurr.. tapi sebelum tidur pasti pikiran penuh dulu, gelisah gak jelas :(

Badan panas dingin, batuk yang melelahkan, hidung mampet... pikiran ruwet, hati nyesek, kerjaan numpuk (dijejerin makanya biar gak numpuk) *gaklucu
cobaan pas puasa gini amat ya Allah :(

Seandainya disaat2 ini ada orang yang merangkul pundakku dan bilang 'sabarrr yaa.. semua pasti berlalu, nih uang sejuta buat jajan..'
pasti akan sangat meringankan beban ini ya Allah

Read More..

4.22.2019

"Hiding my heart away..."


Woke up feeling heavy-hearted
I'm going back to where I started
The morning rain, the morning rain
And though I wish that you were here
On that same old road that brought me here
It's calling me home, It's calling me home
 
I wish I could lay down beside you
When the day is done
And wake up to your face against the morning sun
But like everything I've ever known
You disappear one day
So I spend my whole life hiding my heart away
I can't spend my whole life hiding my heart away
Read More..

4.17.2019

HARI MALAS SEDUNIA

ya, anggap aja hari ini hari malas sedunia versi ku

padahal banyak berkas yang harus dikerjakan, tapi maleeessss banget buat kerja
malas mikir
malas gerak
bahkan malas makan

Biasanya, setiap pagi setelah absen aku standby di Pantry untuk menghadang nasi bungkus mba nove atau jajan gorengan
tapi hari ini gak,
langsung ke ruangan..
minum susu kotak, ngemil kerupuk..
dan sekarang udah jam istirahat, gak ada nafsu makan

tadi pagi pengennya makan indomie
tapi malas mikir dimana dapat indomie
kalau gak ada yang punya indomie di kantor, ya udah
benar benar malas

terus teman ku datang
mencari indomie juga
ya ku bilang aja 'aku juga lagi mau makan indomie, dari tadi pagi.. tapi ga ada Indomie nya'
(ya kaliiii nunggu Indomienya yang nyamperin)
trus dia bilang 'ayooo kita cari Indomiee'
'kemana coba nyari Indomie?' (benar2 malas mikir gaesss)
FYI, kami jarang banget keluar unit kalau nyari makan atau beli sesuatu

 singkat cerita, teman ku pergi setelah mengoceh entah apaaa, maaf gak ku dengarkan sama sekali, bahkan telinga ku pun malas berfungsi

kembali berkutat dengan kemalasan ku
scroll scroll whatsapp
scroll scroll chat
scroll scroll wa status

hhhh...

teman ku datang lagi, kali ini membawa kabar gembira
'sudahh ku pesanin sama bang G buat beliin indomie 3 bungkus'
'iya kah... mantapp 👍' sahut ku

udah gitu doang

 terus dia pergi lagi, datang lagi.. (bolak balik aja terus kek setrikaan)
kali ini ngajakin ke lantai atas buat menjarah makanan yang tersisa setelah selesai suatu acara
'ayooo bungkuss... kita ambil lauknya aja..' ajaknya
'gak ah, malees'
'gak ada temen aku..'
'gak, aku nunggu indomie aja..'

akhirnya dia pergi sendiri
percuma haiii jamilaaah ngajakin orang yang lagi merayakan hari malas di dunianya sendiri

dan aku pun membuka blog ini

ternyata ada aja jalannya buat ku makan indomie hari ini
yang malas mikir, malas nyari, malas usaha... dudukkk ajaa di depan meja kerja

rezeki emang gak kemana gaessss

tinggal ngumpulin niat buat masaknya ntar
Read More..

4.06.2019

TENTANG CITA-CITA (part 2)

Kurang lebih empat bulan sudah berlalu dari postingan terakhir ku tentang cita-cita, kayaknya ada yang kurang dari cita-cita yang ku sebutkan, yaitu alasan Ibu ku merekomendasikan ambil kuliah hukum kan biar bisa jadi pengacara, hehee malah lupa.

Sebenernya, jadi pengacara sangat menarik, karena setiap ada kasus hukum, kita akan dihadapkan pada kasus-kasus baru yang artinya tantangan baru, bukan kah seru?
Tapii mungkin gak seseru drama korea bertemakan hukum yang sedang ku tonton, wkwk 😂

Nah seandainya aja, di negara kita tercinta ini ada badan hukum dari pemerintah gitu yang khusus menyediakan pengacara untuk perkara hukum masyarakat sipil dan digaji negara, yahh kayak pns gitu lah, aku mungkin akan tertarik buat ngelamar jadi pengacara disana, tapii sayangnya gak ada. Padahal di Korea ada, namanya pengacara publik dan gajinya lumayan besar (wawasan yang didapat dari nonton drakor 😁). Sedangkan disini, pengacara sama dengan wiraswasta, jadi selain bekerja di firma hukum pengacara lain, yaa sisanya bikin firma hukum sendiri deh.

Nah, masalahnyaa, saat jadi fresh graduate dan ingin mencoba kerja walapun hanya sebagai assiten pengacara, I don't have any relation yang punya firma hukum, jadi gak bisa ikut nebeng deh 😂 trus kalaupun bikin firma hukum sendiri, it's impossibruu... karena gak punya modal, wkwkwkwk

Masalah lainnya, saat jadi fresh graduate, aku gak mungkin dong minta biayain buat tambahan ngambil profesi lagi, apalagi biayanya tergolong gak sedikit (bagi keluarga ku), jadi yahh sudahlah, aku fokus cari kerja yang menghasilkan aja wkwk

Gituuuu ceritanyaa

Pas kerja, masih tertarik buat ngelanjutin pendidikan profesi? hmmm.. ada sih senior ku yang nawarin buat ngambil profesi advokat bareng, tapii ku pikir-pikir, apa korelasinya dengan kerjaan ku sekarang? kalau cuma buang-buang duit aja ngapain (wkwk dasar perhitungan). Ya, kalaupun aku ngambil profesi nih ya, trus tetep ga bisa jadi pengacara sambilan, atau gak kepake di kerjaan ya buat apa kan? kecuali pengen resign dari kerjaan sekarang, wkwk

Ada lagi saran yang ku terima, buat lanjut kuliah S2 Kenotariatan, karena katanya jadi notaris ituu enak, tinggal ttd aja udah banyak penghasilannya (pendapat orang awam ya sesimple itu), tertarik juga sihh. Trus katanya, kan mungkin aja kamu gak selamanya kerja disini, jad tetep bisa punya usaha sendiri, malah lebih enak.. yaaa gak semudah itu jugaaa Maliih!! 😅😅😅😅

Tapinya lagiii, tetep ada tapinya.. jadi notaris biayanya muahal buangett 😭😭😭😭
satu semester bisa aja sih bayar dengan bonusan, tapi masa aku gak nikmatin bonusan  sih jadinya? perhitungan sekali yang namanya riska amelia ini, buat masa depan sendiri juga... Dasar aku wkwkwkwk

Lagian, jadi notaris kan tetep aja kek pengacara juga, diawali dengan modal sendiri karena wirausaha, yahh itu lahh.. udah biaya kuliahnya mahal, harus nambah buat bikin sertifikat ini itu... bikin usaha, yang biayanya gak sedikit. Jadinya diriku ragu, wajar kan yaaahh


Itu lah, masih mengawang-ngawang buat mencoba profesi lain.

Kalau soal passion, sekarang aku juga sedang menjalani hobi baru yang jadi passion ku saat ini, yaituuu poto-potoooo... Nah, kan sayang kalau kamera ku nganggur kalau lagi gak ada kegiatan jalan-jalan, mending dipake buat menghasilkan uang atau sekedar pengalaman, kann.. dan menyenangkan juga jadi tukang poto, apalagi poto pre wedding, kebetulan kalau poto pre wedding kami mengkhususkan untuk area outdoor karena kan gak punya studio jadi gak bisa indoor lah, kecuali yaa klien nya yang nentuin indoor dan nyediain tempat.

Bukankah menyenangkan bisa melakukan sesuatu yang merupakan hobi kita, apalagi kalau bisa menghasilkan kepuasan baik materil maupun immateril, hehee... nah, itu udah cukup jadi motivasi buat meneruskan usaha ini kok, semua berawal dari mimpi, kata orang.. that's why usaha poto-poto kami ini kami beri nama dreamland.pro (dreamland artinya alam mimpi/khayal, pro singkatan dari profesional), jadi makna nama dreamland.pro, berawal dari mimpi untuk menjadi profesional, heheheheeee 😁

Tentang cita-cita buat travelling mah teteuppp.. kalau ada rezeki lebih.. pasti pengennya kesana kemari, alih-alih nabung.. wkwk tapi tahun ini kayaknya akan dikurangi deh, dengan mengalokasikan dana dengan beli kebutuhan tersier buat lebih penting.. gak perlu ku jelasin disini juga sih.. tapi diusahakan deh tetep ada liburannya, aamiiinn

Sekian dulu deh, tulisan kali ini, oh yaa ada kabar gembira buat kita (kita?!) karena sekarang aku sudah punya laptop!! yeeeyy.. big applauseee!! artinya mulai sekarang akan lebih sering posting blog (kalau ketemu wifi) hehee 

Dadaaahh byee byee

Read More..

3.16.2019

NEW LAPTOP (Late post)

March 16th, 2019

Heeeiii… finally I GOTCHA YOU, MY NEW LAPTOP!
Now you are mine.
I hope we can being best partner from now and later.
I am so happy, though you are not the newest edition, but you are the best thing I could decide to buy, beside a camera of course (my third friend) and my phone (my second friend).
We’ll be a great team! Good friends and live time partner, okay?!
Before we start making new memories and kerjasama, let me introduce my self to you.

I am an 25th years old woman, my name is Riska Amelia, but I would be happy if you just call me Kamel (cause Riska is too mainstream). My hobbies is reading, wathing movie / serial drama, writing a story (alias curhat), and travelling.

I don’t know why I type this in English, but yes I do like english walaupun kosa kata yang ku punya terbatas. Nah, hari ini kamu, teman baru ku, ku beli dengan drama yang lumayan melelahkan.
Awalnya bukan kamu yang akan ku bawa pulang, tapi saudara mu si Lenovo core i3 generasi ke6, warnanya biru muda dan lembut, aku sangat suka warnanya. Dan ku putuskan untuk memilhnya.

Aku membayar seharga Rp. 6,630,000.- untuk itu. Kemudian ku tinggal selama satu jam proses penginstalan beberapa perintilannya. Ku manfaatkan waktu satu jam untuk pergi ke J&T mengantarkan paket titipan teman di kantor untuk dikirim, pergi ke supermarket untuk membeli Pampers dan susu bubuk keponakan. Dan begitu kembali, si Lenovo biru telah selesai. Dibungkus rapi dan siap dibawa pulang.

Tapi.. saat ingin menuju pintu keluar, aku berbalik dan berkata ingin mencobanya ditempat terlebih dulu. Pekerja disana pun mempersilahkan. Dan saat itu lah kusadari ada yang salah, yaitu tidak ada tulisan ‘7th Gen’ dibawah Logo Intel Core i3. Aku pun bertanya pada pegawai disana, ‘ini core i3 generasi berapa ya?’

Setelah dicek, ternyata masih generasi 6. And I just like ‘what?! Still 6th Gen?! Noo…. I can’t deal with it!’ Kok bisaa diawal tadi aku gak liat dan gak merhatiin kalau itu bukan 7th gen? maybe I  am too tired karena sebelumnya sudah cek ricek toko-toko sebelah dan gak menemukan apa yang ku mau, yaitu lenovo core i3 selain warna hitam, VGA dan ada slot dvd nya.

Ya, dari awal yang ku cari emang core i3 7th gen, karena menurut ku, it’s okay I can’t buy core i5 or core i7, it’s too far a way from my expectation and my budget, but even if it’s still core i3 at least it must be 7th gen.
Aku pun langsung menunjukan ekspresi penyesalan ke pegawai wanita yang melayani ku pada saat itu. Aku bertingkah seolah itu kebodohan terbesar yang ku lakukan karena dari awal gak sadar kalau itu bukan 7th gen. I check another Laptop with the same spec that I want, menanyakan apakah bisa ditukar, bahkan aku rela kalaupun harus berpaling dari Lenovo, si merek incaran ku diawal dan beralih ke Asus atau HP, dia keliatan gak yakin tapi bilang mungkin bisa kalau harganya diatas Laptop yang ku beli, tapi dia mencoba bertanya pada atasannya atau orang yang berwenang untuk itu dengan mengirimkan chat. Masalahnya, itu laptop sudah ku bayar dan tentu saja sudah di input ke sistem pembayaran mereka, I know it would be verry ribet. But I don’t wanna come home with any regret. Dan tentu saja, aku gak mau memiliki si lenovo biru dengan penuh penyesalan walaupun aku suka warnanya.

Kemudian salesman yang melayani ku diawal hingga aku memilih si lenovo biru datang dengan seorang mas-mas yang mirip Oka Antara (an actor), iyaa mirip banget menurutku sihh. Sepertinya dia yang berwenang untuk menentukan boleh atau gak nya ditukar. Dan ternyata bolehhh, bahkan si Oka Antara bilang dia yang tanggung jawab,  huwaaa makin keren deh tuu, hehee Alhamdulillah. Si mas sales memberitahu ku bahwa ada Lenovo core i3 7th gen yang ready, dan harganya Rp. 6,750,000.- jadi aku tinggal nambah dikit ajaa.. I said it’s okay. Dan pilihan warnanya hanya ada hitam atau silver, but yeah finally I choose you, a silver one. Because black is too boring I think. I like black colour, my motorcycle is black and I like wear black shirt or black hijab but for this one, I wouldn’t choose black. Mungkin karena dulu pernah punya notebook hitam kali yak.

Laluuu.. akibatnya aku harus nunggu selama satu jam lagi buat diinstallin perintilan2 pelengkapnya. Mas sales bilang aku boleh pergi kemana dulu karena lama, I said I had been did it for last one hour, so I just sit and wait there. Karena lelahhh, batere HP ku pun udah tinggal beberapa persen, jadi sekalian lah numpang ngecess disana.

And finally, I bring you back home, my silver friend.
Please awet yaa.. katanya kamu gak akan kuat kalau diinstallin app buat ngedit video karena akan terlalu berat, so I won’t make you ngos-ngosan, yaudah lah buat ngedit poto aja it’s okay. Aku akan coba cara lain atau nyari app lain kalau ada, dan kalau kamu gak keberatan tentunya.

Let’s be a partner and see you next time, semoga aku bisa beliin modem yaa sebagai teman kita selanjutnya, amiin
Read More..

11.14.2018

TENTANG CITA-CITA

Masih inget gak tentang cita-cita kalian sewaktu kecil?
Atau setidaknya, saat kecil ditanya tentang cita-cita kalian jawab apa?
Seingatku, pas kecil dulu cita-cita ku sering berubah-ubah. Tergantung apa yang sering ku tonton. Tentu aja, pas kecil sukanya nonton aksi-aksi heroik seperti power rangers, aku juga pernah pengen jadi power rangers, rebutan sama sesupu ku buat jadi rangers merah, siapa yang paling dulu bilang "Aku Rangers Merah!" pada saat filmya dimulai, dan kalo aku kurang cepat, yah udah lah jadi Rangers kuning aja, wkwkwk tapi itu bukan cita-cita kan yaa.. itu hanya bagian imajinasi dari anak kecil.

Kemudian lagi, saat seneng nonton serial telenovela 'Amigos', aku ingin jadi penyanyi atau anggota band lah kayak Anna dan Pedro. Sampai-sampai, saat kakak ku nanya cita-cita ku apa, aku bilang mau jadi penyanyi. Dan tentu saja jawaban itu jadi lelucon buat kakak ku yang gak bisa berhenti ketawa, dia pikir aku pengen jadi penyanyi dangdut kayak seorang tetangga kami pada saat itu. Dan sejak saat itu, aku gak mau lagi bercita-cita jadi penyanyi 😂 

Selain itu, masih saat SD aku juga pernah bercita-cita yang lebih keren lah yaa daripada cita-cita sebelumnya, aku ingin jadi Dokter hewan karena kecintaanku sama kucing. Lagi-lagi mendengar cita-cita ku, kakak ku gak percaya, dia bilang emangnya gampang jadi dokter hewan trus kamu pikir dokter hewan itu cuma ngerawat kucing? Dokter hewan ituuu kerjaannya ngobatin semuaaa hewan yang sakit, bisa jadi anjing.. dan binatang-binatang lainnya, belum lagi resiko kena penyakit... hmmm mendengar pendapat kakak ku, nyali ku langsung ciut, masuk akal juga sih soalnya, kalau aku harus pegang anjing gimana? karena akal  ku gak nyampe, jadi ya udah lah, jadi dokter hewan menurut ku mustahil.

Terus, aku juga pernah bercita-cita yang lebih keren, jadi arsitek, jadi pelukis (karena ku pikir hasil gambar ku bagus banget dulu), dan jadi pilot gara-gara habis nonton drama korea tentang pilot.. see? aku bahkan udah nonton drama korea sejak SD! hahaa, saat itu emang drama korea masih awal-awal memasuki channel tv di indo*iar, aku bahkan masih ingat judul serialnya "Good Luck".

Tapiiii.. semua cita-cita menguap dengan sendirinya, aku pun gak punya cita-cita spesifik lagi sampai memasuki sekolah SMP, aku punya cita-cita baru.. yaitu jadi penulis cerita fiksi, karena saat itu aku rajin banget nulis cerpen. Aku nulisnya dengan tulisan tangan, bahkan sampai habis beberapa buku yang berisi cerpen-cerpen berbeda. Bukan tanpa sebab sih. Pas itu emang lagi musim FTV, jadi kerjaan ku sepulang sekolah ya nonton FTV. Apalagi waktu itu aku punya hobi ngumpulin lirik lagu disebuah buku. Jadi lirik-lirik lagu terkini ku catet disana. Kadang aku dapat ide cerita dari lirik-lirik lagu itu yang menginspirasiku buat nulis cerpen.

Aku mengijinkan teman-teman terdekatku untuk menikmati hasil tulisanku, dan rata-rata reaksi dan komentar mereka diluar ekspektasi. Mereka suka dengan cerita yang ku buat, aku jadi tambah percaya diri dong, aku menulis dan menulis karena itu membuatku senang. Semua ide dan khayalan ku terasa jadi nyata melalui tulisan. Aku pun semakin rajin menulis dan mengkhayal, yaa biar dapat inspirasi buat bikin cerita. Cita-cita ku berkembang dengan sendirinya, aku mau jadi penulis buku, kemudian berkhayal buku ku difilmkan, dan aku jadi penulis naskah filmnya, bahkan aku pengen jadi sutradara!

Sampai-sampai, ketika diriku yang sekarang melihat Raditya Dika dengan semua sepak terjangnya, ku rasa dulu bahkan cita-cita ku persis sama seperti bidang yang digelutinya sekarang, menjadi penulis sekalius sutradara film, keren juga ya. Makanya dulu aku sempat jadi fans Raditya Dika ketika mengenal buku-bukunya yang pas itu baru mau di filmkan. Menurut ku kami punya banyak kesamaan selain hobi nulis.

Kembali kecerita anak SMP yang hobi nulis tadi. Suatu hari, tulisan-tulisan ku dalam bentuk cerpen bergenre drama musikal gitu dibaca oleh kakak ku yang lagi iseng. Padahal aku gak mau tulisanku dibaca sama mereka. Dan bener aja, tulisan ku jadi bahan tertawaan dan ejekan kakak2 ku. Aku malu banget pas itu rasanya. Saking malunya, aku gak mau lagi menulis cerita. Karena diejek, aku jadi ngerasa kalau cerita-cerita yang ku buat terlalu konyol dan memalukan. Dan, aku berhenti menulis.

Masih dibangku SMP, selain nulis aku juga hobi baca dong, baca komik, cerita fiksi bertema detektif, dan Harry Potter. Setelah berhenti nulis, cita-citaku berbelok menjadi ingin jadi Detektif. Ya karena hobi baca tadi, aku sering baca komik Conan dan novel misteri karya Alfred Hitchock (bener gak nih tulisannya, auk ahh), yahh 'Bapak'nya Trio Detektif itu lah pokoknya. Gara-gara Trio detektif, aku suka dengan hal-hal yang berbau teka-teki, aku jadi lebih rajin ngisi TTS deh! 😂 *ngaco

Karena itu juga, aku ngerasa banyak kesamaan sama Raditya Dika, aku kenal buku-buku Radit saat SMA dan berkat bukunya, aku jadi tau kalau kami sama-sama suka misteri karena Trio Detektif tadi. Dan itu juga terjadi sama-sama pada saat duduk di bangku SMP.  Samaaaa banget lah ceritanya, ngajakin temen buat bikin grup Detektif segala.. dulu nama grup detektifku pas masih SMP itu 'Trio Pottter Detektif', wkwkwkwk karena kami bertiga sama-sama suka Harry Potter tentunya. Dan kasus yang kami tangani pada saat itu juga mirip-mirip, tentang cinta monyet temen sekolah, wkwkwkwk tapi bukannya ngebantu sihh, malah sebaliknya, hahaa konyol lahh pas itu.. tapi gak bisa diceritain disini karena kita fokus ke topik tentang cita-cita. Intinya, salah satu buku Raditya Dika membuat ku bernostalgia dengan cita-cita itu, hahaa

Cita-citaku jadi detektif berlangsung lama bahkan sampai aku duduk di bangku SMA ketertarikan ku dengan misteri, kasus, dan teka-teki semakin menjadi-jadi. Aku juga masih meng'infuence teman-teman ku untuk bikin grup detektif dan bahkan memasukan secara paksa mereka ke grup Detektif yang ku bikin demi mengikuti suatu Kompetisi Detektif yang diadakan di Facebook saat itu, nama Tim kami gak kalah konyol dari nama grup detektif yang ku buat sebelumnya, yaitu "D'cullens Student Detective", buahahhaaaa keren kok rasanya pas itu. D'cullens diambil dari nama keluarga 'Cullen' yang lagi hot saat itu di film Twilight Saga. Ya yaa, karena aku dan temen ku dulu sempat jadi penggemar Twilight garis keras tentunya.

Sebelum lulus sekolah, aku merealistiskan pikiran ku kalau pekerjaan detektif swasta itu gak ada di Indonesia. Kecuali kalau aku mau jadi polisi alias polwan. Tapi aku gak mau, dan kayaknya gak mungkin juga karena postur ku kurang tinggi (dan isunya dulu kalau mau jadi polisi/polwan harus siapin banyak dana, wkwk keluarga ku bukan golongan yang mampu buat nyiapin itu). So, ketika aku tanya mama ku, mau aku jadi apa dan kuliah dimana, dia bilang kalau sempat becita-cita pengen aku jadi Pengacara, buat menolong orang-orang memperjuangkan haknya, biar bisa mencari kebenaran dan tau hukum. Konon, dulu mama ku sempat kenal salah satu pengacara dari daerah kami yang membuatnya kagum, karena pengacara itu membela masyarakat-masyarakat yang gak tau apa-apa alias buta hukum buat mendapatkan keadilan.

Karena itu lah, akhirnya aku memasukan Fakultas Hukum saat mengikuti ujian tes masuk PTN, walaupun ada di pilihan ketiga setelah bahasa Inggris dan Teknik Sipil. Well, sebenarnya aku gak bercita-cita juga sih jadi guru, tapi it's oke kalau guru bahasa inggris karena aku suka Bahasa Inggris sejak sering dengerin lagu-lagunya Weslife saat SMP dan, aku juga suka Harry Potter yang dari Inggris, wkwk sesimple ituu gaesss.. Dan Teknik Sipil, pilihan itu ku buat hanya karena katanya kalau kuliah teknik sipil ntar kerjanya dapat gaji yang banyak. Udah gitu aja.

Oh ya, saat SMA, aku juga bercita-cita kalau suatu hari nanti aku ingin mendapatkan beasiswa kuliah di Luar Negeri, atau jadi backpacker dan jalan-jalan ke luar negeri.  Aku ingin, sangat ingin meliat kehidupan di luar sana. Ya, cita-cita ku selanjutnya adalah ingin mendapatkan beasiswa ke LN! Tentu aja, cita-cita itu gak timbul dengan sendirinya, tapi karena aku sangaaaaaattt menggemari Andrea Hirata dan buku-bukunya. Sejak mebaca buku-bukunya, aku merasa sangat optimis, bahwa gak ada yang gak mungkin di dunia ini asalkan kita berusah dengan keras, dan jika cita-cita itu tidak terwujud, berarti usahanya yang kurang maksimal, begitulah cara pikirku untuk kemudian menerima kenyataan bahwa cita-cita itu tidak dapat ku wujudkan.. aku sadar, usaha ku masih belum keras, aku terlalu lembek dalam menjalani hidup dan tidak fokus dengan yang ku cita-citakan, aku bahkan menyerah ditengah jalan, tapi tidak sepenuhnya mengubur cita-cita itu.. sampai sekarang.

Kehidupan berlanjut, saat menjelang akhir kuliah aku jadi sangat ingin mengenal 'pedalaman2' di negeri sendiri, ku rasa aku ingin pekerjaan yang bisa membawaku ke berbagai kota dan daerah yang belum pernah ku kunjungi sebelumnya, aku bahkan punya banyak Plan A, B, C dan seterusnya, salah satunya ingin mengikuti program 'Indonesia Mengajar', aku udah apply formulirnya bahkan melalui website, tapi karena pas itu lagi sibuk-sibuknya nyusun skripsi, jadi terlupakan dehh itu prosesnya gimana  😅

Singkat cerita, aku kehilangan cita-cita yang pasti ingin ku capai. Lulus kuliah, aku mengibaratkan hidup ku seperti terombang ambing di lautan luas *tsaaahh*, 'mencari daratan' istilah yang ku pakai dalam mencari pekerjaan. Kali ini aku gak ingin main-main dan berusaha fokus sefokus fokusnya, apa pun pekerjaan nya, berapa pun gajinya menjadi nomor sekian ku rasa, yang penting aku punya pekerjaan dan kegiatan, secara gak bisa diem aja di rumah. Aku udah bosen ngeliat tv, sosmed, dan semua hal yang monoton.

Jadilah melalui proses yang sangat panjang, usaha yang gak mudah, dan berkat doa dari orang-orang terdekat, aku bersyukur berada disini.

"Tragedi terbesar dalam hidup manusia adalah berhenti bercita-cita" (Andrea hirata)
Sekarang, aku masih punya cita-cita. Dan aku bangga mengakuinya.
Untuk orang lain, mungkin menikah juga merupakan cita-cita, yahh ku rasa itu juga bisa jadi sihh.. tapi cita-cita ku sekarang, aku ingin pergi ke tempat-tempat yang belum pernah ku kunjungi, makes momment and memory, menikmati hidup sepenuhnya, aku tidak ingin mengekang diri ku sendiri, menjadi manusia yang bebas, mencintai kehidupan, menikmati setiap detiknya... dan tidak perlu ijin siapa pun kecuali diri ku sendiri untuk pergi kemanapun aku mau. Yess.. travelling gak sekedar bisa jadi cita-cita, tapi passion, hobi dan tentu saja, setiap kali suatu destinasi behasil dikunjungi, maka cita-cita tetap berlanjut, karena kita gak akan kehabisan tempat untuk dikunjungi, dan itu artinya setiap punya destinasi baru ya jadi cita-cita baru.. mau dibilang nekat atau apa, selama gak merugikan orang lain dan diri sendiri, why not?

Mungkin pekerjaan yang paling bikin envy menurutku adalah jadi host acara tv yang bertemakan jalan-jalan, gimana gak.. udah seneng bisa pergi keliling Indonesia, dapat dokumentasi gretongan yang eksklusif, akomodasi dll dijamin, trus dikasih gaji lagii!! how lucky they are.
Yahh sudahlah, terima nasib aja, kerja kerja kerja... setidaknya ada motivasi buat nabung untuk mewujudkan cita-cita, wkwkwk
Well, semoga ada rezekinya aja... 😂 whoever say that money can't bring happiness, just transfer it to me, then I will spend it to travelling, shopping, and sharing! 😝
"Kesenangan bukan dicari, tapi diciptakan"
Read More..