Pages

10.05.2018

Feeling Blue

Should I show my feelings?
Should I tell you my pain?
Should I admit that I was so weak?
Should I say to the world that I’m sooo sad tonight
Yes I shouldn’t

But I just can’t
I can’t stop this tears on my eyes
I am mad, sad, dissapointed, and feeling like an idiot at the same time

It’s hurt
Nobody want to be treated like this
Even no woman will

If you know how it feels to be me

Read More..

5.10.2018

AFTER ALL THIS TIME

Woooy pagiii... udah nguopii belomm??!
hehehhee
Now I am sit on my work place like ussual, but I am not being here to work!
Yasss.. it's me time!! 😁
Hari ini tanggal merah, dan besok jumat adalah hari kejepit nasional.
I'm not going home. Karena eh karena nanggung banget kan.

Kemaren rencananya mau stay di mess aja. Tapi ternyata temen-temen satu mess pada masuk kerja hari ini. Hitungannya lembur. Trus aku ngapain? Kami gak punya apapun di mess. Tivi gak ada, sinyal seadanya, apalagi internet. Kalau ditanya pernah gak nya ngelewatin liburan di mess, pernah sih pernah, dan itu juga diisi dengan kegiatan jemur kasur dan tidur. Ohiya, pernah juga sekali pas aku sakit. Pas itu gak bisa masuk kerja kan, dan sendirian, hampir seharian tiduuurr aja buat memulihkan kondisi. Dan sore nya aku pergi ke rumah sakit terdekat sendiri. Dan berakhir dengan gak bisa pulang karena waktu itu hujan deras banget. Bener-bener pengalaman terngenes itu mah. LOL.

So, daripada aku gabut sendirian mending aku ikutan ke unit hari ini. Lumayan kan bisa internetan, update blog ini, dan yang terpenting maraton nonton film, hohohho
Dan aku di ruangan ini juga sendirian cuy, waktu dan tempat yang tepat banget kan buat have some privacy. Padahal bisa aja sih kalau mau lembur, insha Allah dapat ijin aja, tapi ngapain? kerjaan mah gak ada abisnya. Lagian kalau lembur mesti ada yang harus selesai dikerjain, males ahh.. mending besok aja. Biarkan aku menikmati waktu disini tanpa mikirin kerjaan yang berkasnya numpuk di depan mata, wkwkwk

Setelah ngerebus Indomie plus telor asin sebagai sarapan pagi ini. Sekarang aku ditemani secangkir robusta dari TOP kopi yang tadi 'nemu' di pantry. What a beautiful day, huh? 😊

Nah, What I like to talk about?
My live goes so damn twisted.

Seringkali saat aku dijalan pulang, riding my motorcycle. My mind did't stop working sepanjaaang jalan.  It's like, aku ingin, sangat ingin menulis blog, dan pada saat itu.. pikiran ku penuh dengan kata-kata dan apa yang ingin ku tulis. Dan sekarang, aku hanya akan menuliskan sedikit yang tersisa dari ingatan, haha
 
Seorang teman sering curhat tentang kehidupannya di tempat kerja. Dipenuhi orang-orang yang menurut ku 'gak waras' dan berpikiran sempit. Kadang aku kesal mendengar ceritanya, aku kesal dengan orang-orang di lingkungan kerjanya yang begitu keterlaluan. Padahal aku gak ngalamin apa yang dia alami.

Masalahnya cuma satu, karena teman ku belum nikah. Dan orang-orang di tempat kerjanya gak berhenti nyinyirin dia. What the hell?! Apa masalahnya buat mereka? Setiap orang pasti pengen nikah, tapi tentu saja ada waktunya. Kalau menurut orang-orang sekarang sudah waktunya buat dia nikah, tapi kalau menurut Tuhan belum, terus mereka bisa apa? nyinyirin doang!

Saking keselnya mungkin kalau aku berada di posisi yang sama, aku bakalan ngomel panjang lebar dan bilang, "emangnya kenapa kalau aku telat nikah? itu bukan urusan kalian! kalau aku nikah, emangnya kalian yang biayain?! Kalau aku nikah dan baru punya anak di umur sekian, emangnya kenapa? kalian juga yang biayain anak ku nantinya?!'
Kalian gak akan rugi apapun!
Terus kenapa masih rajin ngurusin hidup orang, kayak hidup kalian udah bener aja.

Mungkin ya, mereka yang udah nikah ngerasa hidupnya udah sempurna. Iya, menikah emang menyempurnakan sebagian agama, tapi itu bukan satu hal yang bisa buat mereka merasa berhak menghakimi orang lain yang belum nikah. Sekali lagi, itu diluar wewenang dan kuasa mereka.

Misalkan nih, temen ku udah nikah (dan gak perlu ngundang mereka juga tentunya). Terus dia bahagia atau gak dengan pernikahannya, yang tau siapa? yang ngejalanin siapa?
Kalau bahagia, syukur alhamdulillah. Tapi kalau gak, orang-orang akan kembali ngomentarin hidupnya, but noo.. kalau bahagia pun, sepertinya orang-orang gak bakal berhenti ngomentarin hidupnya.

Jadi gini, ada seorang teman yang lain juga, sebut aja L. Dia sudah lama menikah. Dan sekarang sudah punya anak berumur sekian tahun gitu. L dulunya mahasiswi yang berprestasi. Dia cerdas. Ulet. Dan pekerja keras. Dia menikah, tepat setelah lulus kuliah. Bahkan beberapa hari setelah kelulusan. I know she is very happy, dan aku ikut senang.
Menjadi lulusan terbaik dan segera menikah. Kebahagiaan yang gak perlu dipungkiri.

Kemudian, L menjalani hidupnya sebagai seorang istri. Dia ingin bekerja, karena sayang dengan ijazah yang penuh pengorbanan untuk mendapatkannya. L berjuang sendiri untuk menjalani kuliah, dan sebuah prestasi yang gemilang gak didapatkannya begitu aja. Tentunya berikut usaha yang gak mudah.
Alasan itu cukup membuat L ingin hasil jerih payahnya berguna, yaitu dengan bekerja.

Tapi, lagi-lagi.. orang-orang selalu nyinyirin hidupnya. Dia bisa dibilang 'didzolimi' dengan kata-kata dan perbuatan gak menyenangkan. Sama seperti teman ku sebelumnya. Mereka adalah korban dari orang-orang yang suka ngurusin hidup orang lain.

Aku sering kehabisan kata-kata untuk menanggapi curhatannya. Aku gak menjalani kehidupan yang seperti itu tapi cukup mendengarnya aja, bener-bener menguji kesabaran. Jadi apa yang bisa ku lakukan selain memberi motivasi untuk bertahan, terus berprasangka baik kepada Tuhan, sampai akhirnya aku cuma bisa bilang 'gak usah didengerin.' wkwkwkwk
Aku selalu bilang 'gak usah didengerin', ke mereka yang menjadi bulan-bulanan nyinyiran orang. Sampai akhirnya kata-kata mutiara itu keluar, 'gak usah dimasukin dalam hati. kita gak bisa menutup mulut orang-orang , tapi bisa nutup telinga sendiri.'

Kembali ke teman ku yang sebelumnya, saking gak tahannya (kok aku yang gak tahan) aku cuma bisa ngasih saran dia buat resign. But it's serious. Ngapain kamu bertahan di lingkungan kerja yang gak sehat dan toxic banget buat mental dan jiwa?! bukan lebay, tapi ini beneran. Siapapun yang diposisi itu hidupnya bakal tertekan.
Aku khawatir kamu jadi gila nantinya, komentarku.
Bukan berlebihan, tpi emang dia sendiri juga merasa kek gitu.

Tapi semoga aja gak, aku selalu berharap dan mendoakan yang terbaik buat mereka. Semoga dia mendapatkan jodoh yang baik dan tepat, mendapatkan tempat kerja yang lebih 'manusiawi' dengan orang-orang yang lebih sehat akal pikirannya biar gak jadi racun buat orang lain. Buat L, semoga gak putus asa untuk terus mencoba, mewujudkan cita-cita buat jadi PNS dan membuktikan diri pada dunia. Hehee kata-kata ku anu banget yak 😂

Sekarang, let me review my live.
Sebelum bekerja disini, bisa dibilang aku cuma punya modal usaha dan doa.
Saat aku merasa kurang dan feel nothing ketika ngeliat keatas. Aku kembali melihat diriku sendiri dan apa yang terjadi selama ini. Itu membuatku merasa harus bersyukur, banyak bersyukur.
Doa ku dulu, dikabulkan oleh Tuhan yang Maha Pengasih. Aku gak cuma minta pekerjaan, tapi juga minta ditempatkan di lingkungan kerja yang sehat, rekan kerja yang baik, dan mempengaruhi ku untuk menjadi manusia yang lebih baik. Karena dari awal aku yakin, gak cuma pekerjaan yang ku butuhkan, tapi lingkungan yang pastinya akan berpengaruh besar pada perkembangan mental dan jiwa.

Suatu siang, saat waktunya sholat Dzhuhur, gak sengaja aku barengan jalan sama seorang bapak-bapak yang kerja di lingkungan yang sama, Bapak-bapak itu--mungkin sekedar basa basi-- bilang "Alhamdulillah ya mbak, masih bisa (sempat) sholat sambil kerja."
Sederhana tapi jika direnungi, benar juga. Ada banyak di luar sana orang yang terlalu sibuk bekerja sampai lupa untuk apa dia bekerja. Bekerja itu kan bisa sebagai ibadah juga. Kalau kita niatkan untuk itu. Tapi kadang kita malah lupa dengan ibadah yang wajib.
Kata-kata bapak itu sederhana tapi dalam jika direnungi, terbesit suatu ayat yang sering ku dengar yang bunyinya "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

Maka aku kembali bersyukur.

Aku juga berpikir, Tuhan begitu baik dan sayang kepadaku. Dia selalu melindungiku dari aib-aib ku sendiri. Dia masih sangat Pemurah, masih menolongku disaat kesusahan. Dia selalu ada. Walapun aku masih belum bisa memperbaiki diri. Aku masih melalukan hal-hal yang dilarangNya, I'm still feeling guilty as hell. Aku masih meninggalkan waktu sholat. Aku masih berlindung dibalik kata 'Manusia gak ada yang sempurna' sehingga mentoleransi apapun yang ku lakukan. Dan ku pikir, ntar kalau malaikat yang satunya nulis pahala mulu kan kasian malaikat yang tugasnya nulis dosa, gak ada kerjaan. Jadi gak pa pa lah, biar seimbang, kedua malaikat bisa gantian nyatet dosa dan pahala. Tapi semoga aja masih banyakan pahalanya ketimbang dosa 😂. Yes pikiran ku bahkan masih sesat. I am sesat then. Plis jangan ditiru. Hanya dilakukan oleh profesional, hehee becanda 💩

Dan lagi, ketika membandingkan nasib ku senidiri dengan orang lain, I feel better. Setidaknya aku gak tertekan di lingkungan ku. Aku hanya kadang bingung dengan Rencana apa yang dipersiapkan Tuhan untuk ku.

Sebenarnya, kalau ngomongin lingkungan kerja, orang-orang disini juga macem-macem karakteristik dan sifatnya. Gak semua baik. Termasuk diri ku sendiri (yang aku gak tau masuk kategori mana, baik atau gak?). Dan gak semua juga buruk. Tapi menurutku sih masih bisa diterima dan gak berdampak banyak lah bagi kehidupan ku, dalam arti masih banyak hal positif yang bisa diambil ketimbang hal negatif. Kebiasaan-kebiasaan disini juga gak jauh dari sifat dasar manusia yang selalu ingin tau. Tapi masih dalam batas wajar. Kadang juga berselisih paham, kadang ada becandaan yang ngeselin. Tapi itu masih tahap normal dan bagian dari dinamika kehidupan lah ya. Mungkin karena disini di dominasi oleh orang-orang yang masih muda. Mungkin. Jadi ga senyinyir mulut Ibu-Ibu. Karena notaben masih belum ada 'Ibu-ibu', adanya  bapak-bapak,  wkwkwkwk

Soal ditanya kapan nikah, itu udah jadi pertanyaan umum lah yaa.. walaupun sebenarnya menurut ku pribadi, gak ada satu pun orang dimuka bumi ini yang punya wewenang menanyakan itu kecuali orangtua kita. It's privacy, dude. Atau pas lagi wawancara kerja gitu, boleh aja nanya 'ada rencana menikah?'. It's an exception. Tapi lucunya, di Indonesia, pertanyaan itu malah jadi basa-basi yang gak banget


Aku gak anti sih ditanyain kayak gitu, karena sekarang, masih jarang, yah ada lah sesekali, ditanyain, dan jawaban ku? "kalau gak sabtu yaa minggu". 😁😁😁

Kalu ditanya 'punya pacar gak sih?', jujur ini lebih ngeselin daripda pertanyaan diatas. Karena bakal serba salah. Kalau dibilang punya, tapi ntar ditanyain siapa.. orang mana.. kerja dimana. Dan pertanyaan lain-lain. Jadi gak bisa bohong (dan gak mau sih sebenarnya). Karena kalau bohong, maka kebohongan ku akan berlipat-lipat seiring bertambahnya pertanyaaan. Kalau bilang gak punya, bakal diceng-cengin muluuu sama siapapun yang jomblo. Kan kamvret. It's live of single fighter, ckckck dan kadang selalu aja muncul orang-orang aneh yang kadang aku sampai bingung gimana ngadepinnyaa, tanpa mengeluarkan kata-kata mutiara (ingin ku berkata kasar, red.)

Tapi aku harus tetap bersyukur, karena setidaknya aku gak merasa sendirian. Kan masih ada teman-teman dikala suka duka. #asyeek

Entah yaa, kalau ntar satu per satu temen-teman ku udah pada nikah. Pastinya aku juga bakal pengen cepet-cepet, hehehe
Sekarang sih, pengen ya pengen tapi belum ngebet banget. Maksudnya ingin dalam arti 'nanti' gitu. Wajarlah, naluri manusia. Dan gak bisa dipaksakan juga, kapan itu rahasia Tuhan.

Sebagai manusia, cukup lakukan tugas aja, untuk berusaha memperbaiki diri. Selebihnya serahkan ke Tuhan. Gimana pun, dalam doa aku cuma bisa bilang ke Tuhan, kalau Dia Maha Tau yang terbaik, ku serahkan hatiku dan rezekiku kepadaNya.

Intinya dari tulisan ini, tetap bersyukur atas nikmat yang diberikan, niscaya akan ditambah nikmat mu. Aminnn. (tumben ngemeng bener, bawaan bentar lagi bulan puasa nih 😁)

Oke sampai disini ya, udah cukup berjam-jam dengan tulisan ini, aing mau streaming dulu, hohoo
Keep positive vibes and Happy free day!
Read More..

3.03.2018

Kebetulan yang HQQ

Barusan, sekitar pukul 8 pm, aku krasak krusuk nyari botol spray kosong. Perasaan tuh botol selalu nongol pas gak dibutuhkan. Sekalinya dibutuhkan aja, dicari kesana kemari gak ada penampakannya.

Dalam rangka pencarian itu, aku buka satu laci lemari bergambar hello kitty yang jaraaaaaang banget ku sentuh. Khusus laci itu aja. Karena letaknya paling bawah dan kayaknya gak ada sesuatu yg penting disana. Yah kali aja botol spray nya nyelip disana kan ga ada yang tau. Atau ketika ku buka laci itu lalu muncul Doraemon, atau malah Hello Kitty, well nobody know kann mereka sama2 kucing. Jadi ku buka aja deh.

Disana aku menemukan barang2 prasejarah yg benar2 gak penting ky kaus kaki, potongan-potongan album poto yg sudah tercerai berai, dan lain-lain termasuk salah duanya notes kecil ku pas jaman kuliah.

Aku baru sadar, semalas itu kahh aku bawa buku / binder sampe2 catatan kuliah ku tulis di notes yang kecil mampus. Tapi aku punya binder khusus catatan kok pas kuliah! (pembelaan). Iya bahkan tuh binder ku pesan khusus dengan desain yang ku bikin sendiri, gambar2 tokoh anime Death Note yang udah ku collect gitu. Spesial pokoknya.

Balik lagi ke 2 notes kecil yang ku temukan. Yg satu, notes dengan cover tema Smurf yg ku beli entah dimana, isinya materi buat wawancara gitu, berhubungan sama tugas2 ku selama aktif di persma dlu. Dannnn tugas2 yang dikasih dosen jg ada disana. Oh ya dilembar akhir bahkan ada bbrapa judul buat Proposal skripsi, ide-ide awal tentang permasalah yang mau ku angkat dan berujung dengan penolakan oleh dosen Pembimbing. Suram yakk wkwk

Tapi ada satu lembar yang bener-bener mengalihkan perhatian ku, berada di tengah2, random abis. Tulisan tangannya juga bukan punya ku. Tulisan itu berbunyi “Kadang melepas itu lebih baik dan membuat lega. Sayangnya beberapa manusia semacam ketagihan rasa sakit”~
Aku ingat sekarang itu tulisan tangan punya siapa.
Aku hanya bisa tersenyum. Kok bisa ya tulisan itu ku temukan sekarang. Apa emang sudah saatnya ditemukan.
(Spoiler for image menyusul saat bisa buka ini blog lewat PC)

Notes yang satunya, punya bentuk  baju Joger, oleh2 dari Bali yang dikasih kk kedua ku. Di cover depannya ku tempelin stiker wajah Siwon Super Junior buat menutupi gambar aslinya yg menurut ku agak vulgar. Isi notes ini hampir banyak materi kuliah, bahkan ada jadwal kuliah juga disana,  dan daftar nilai yg ku peroleh di beberapa semester, program kerja ku selama aktif di persma, dan bisa ku pastikan umur notes ini lebih lama daripada notes sebelumnya, karena disana terdapat catatan yang ditukis dengan tinta merah oleh seseorang yang aku lupa siapa, isinya alasan ditunjuknya seorang senior ku menjadi Pimpinan Umum di Lembaga Pers Mahasiswa yang saat itu menaungi kami.

Dan ada lagi hal yang mengejutkan, di satu lembar halaman. Lagi-lagi letaknya random, ditengah-tengah, terdapat curhat an ku sendiri. Cuma satu lembar itu tok. Ditulis dengan bahasa Inggris yang lumayan lah, masih amat sangat bisa dimengerti karena kesederhanaan kosa kata nya. Isinya berbunyi:
“Monday’s night, 3-3-2014, 11.30 pm
I’m worrying about you... all about you.. I just thinking of you, yeah.. just you
Always you... I really can’t get you out my mind
Don’t you know that?
Of course you won’t know
Even I’m crying tonight.
I’m worry that you just playing with me...
I’m worry that after you can open my heart
You’ll leave...
All of reason of my fear is you!!!”

Sungguh catatan seorang mahasiswi tanggung yang baru tau kalo jatuh cinta itu gak enak.
Ku amati tulisan itu lekat-lekat. Ku perhatikan tanggalnya dengan waktu seksama.
Sadar suatu hal. Aku tetegun sekaligus geleng-geleng kepala dan tersenyum meliat tanggal yang tertulis disana. Bukan kah itu tanggal hari ini?? Ya, hari ini juga tepat tanggal 3-3-2018! Sudah 4 tahunn coyy.. kebetulan sekali bukan?!

Aku ga ngerti apa maksud Tuhan  memberikan tanda ini. Sekedar pengingat kah atau sebagai petunjuk. Entahlah.

Aku teringat satu hal penting lainnya, kebetulan Mama ku ada di dapur. Tepat di sebelah ku yang sedang duduk didepan laci lemari yang letaknya sebelum pintu dapur kami.
‘Maa...’
‘Apa?’
‘Hari ini tanggal 3 Maret kan? Ulang tahun Ka Santi (kk pertama ku)’
‘Iya kah?? Wah sampe lupa.. sms gih.’
Aku baru ingat klo hp ku sdh lama ga diisi pulsa. Akhirnya Mama ku yang nelpon lebih dulu. Baru kemudian setelah ku isi pulsa nomer ku, cuma sms berisi ucapan selamat dan doa yg bisa ku kirimkan .
Read More..

1.29.2018

Review Film 'DILAN 1990'


Akhirnya tiba juga saatnya. Hari dimana post kali ini aku akan ngomongin Dilan (lagi).
Well,throw back sikit, dulu di Tahun 2015 pas pertama kali 'kenalan' sama buku Dilan 1990, aku langsung nulis pesan dan kesan yang cukup dramatis wkkwkwk
Spoiler buat link nya  >> Ah... Dilan!!

Nahh, sebenernya pas aku baca buku lanjutannya, Dilan 1991 itu bukannya ga pengen lanjutin reviewnya lagi, tapii yaah akhir ceritanya sesuai dengan kekhawatiran ku di review buku pertama. Terlalu baper sampe gak bisa nulis lagi, hahaa.. begitu juga ketika aku membaca buku terakhirnya 'Milea.. (Suara dari Dilan)' yang bercerita dari sudut pandang Dilan. Liat sampulnya aja sudah tersurat kutipan "Perpisahan adalah upacara menyambut hari-hari penuh rindu". Sangat disayangkan memang.

Awalnya ketika mendengar kabar kalau Dilan akan segera difilmkan, jujur aja aku kurang sreg, belum apa-apa. Soalnya takut filmnya gak bakal bisa mewakili cerita di buku, kan kebanyakan film yang ngadaptasi dari Novel tuh selalu terasa ada yang kurang puas sih.

Apalagi, ehemm.. apalagi pas yang meranin tokoh Dilan udah diumumin. Sedikit kaget awalnya. Iqbaal? cocok gak yaa.. perasaan mukanya kurang sangar deh 😕
Pas baca novelnya aku sih bayangin sosok Dilan mirip-mirip Randy Ahmad, yang meranin Arai di film Sang Pemimpi, kan dapet tuh kucel-kucelnyaa. ya jelas gak seganteng Iqbaal. Kan kata suhayah kalo Dilan ganteng gak perlu jago ngerayu.. wkwk
Nah kan terus-terusan kepo tuh, sampai aku liat potonya Iqbaal sebagai Dilan bareng Dissa (Adek Dilan, diperankan oleh Zara JKT48)
Ternyataaaa cucok meong bwookkkkk 😁😁😁
Akhirnya aku percaya percaya aja deh.. liat nanti aja, baru bisa nilai.. yah semoga aja pas nntonnya bener-bener terlepas dari ingatan kalo dia pernah sukses bareng CJr 😂

Dan ternyataaa setelah ditonton filmnya gak mengecewakan kok gaesssss.
Sesuai ekspektasi.
Emang sih di adegan awal Dilannya (menurutku) pas ngomong agak kaku (atau mungkin karena emang bahasanya masih bahasa anak tahun 1990 jadi aku belum terbiasa), tapi pas udah jalan filmnya dari pertengahan sampai akhir, udah terbiasa dan jatohnya emang jadi natural aja lah.

In My Opinion, yang paling penting dalam cerita Dilan terletak pada dialognya. Kalau di buku kan bebas mau dialognya sepanjang apapun juga, asik aja bacanya. Tapi kalau di film kan gak semua dialog yang masuk dalam scene. Entah karena aku udah lama gak baca novelnya jadi kurang ingat dialog-dialog Dilan yang selalu bikin senyum-senyum, tapi dalam film, dialog yang muncul pas sesuai porsinya. Dialog-dialog yang penting untuk membangun karakter Dilan berhasil dimunculkan. Dan gak menghilangkan esensi dari cerita di novel. 

Visualisasi dan penggambaran tokoh juga tepat. Tapi hanya terfokus pada Milea dan Dilan sih. Sedangkan peran teman-temannya, yang notaben dalam buku menurut ku begitu penting, soalnya kan kebanyakan alur ceritanya itu gak pernah lepas dari interaksi bareng teman-temannya seperti Piyan, Wati, Nandan, Akew dan Anhar.. bahkan Akew aku lupa di film dia muncul dalam scene mana. Padahal Akew ceritanaya sangat dekat dengan Dilan, dan di Dilan 1991 nanti ada cerita yang membuat Dilan harus kehilangan temannya itu. Nah, di film sayangnya peran teman-temannya gak terlalu ditonjolkan sih menurut ku.

Romantisnya karakter Dilan dengan cara sederhana, udah dapet.
Lucunya juga udah dapet.
Film ini sepanjang pemutarannya mampu membuat penonton tersenyum, ketawa, dan baperrr.. hahaha aku bilang penonton loh yaaa, jadi bukan aku (aja). Soalnya kan jelas ekspresi penonton satu studio saat ada adegan romantis sedikit, langsung pada berisik 😂

Terus yang terakhir, latar kota Bandung yang jadi salah satu khas cerita Dilan berhasil membuat suasana film menjadi vintage. Pengambilan gambar dan lokasi yang tepat  berhasil membawa kita ke Bandung di tahun 1990. Walaupun diambilnya udah di jaman now yang katanya Bandung udah bener-bener banyak berubahhhh.. katanya loh ya, kan aing belom pernah kesana.

Oh iya, masih ada yang kurang.. kalau Iqbaal meranin Dilan yang aneh, romantis dan lucu nya udah dapet, gimana soal Dilan sebagai Panglima Tempur? hemmm tatapannya sih udah tajam yaa tapi tetep aja kurang sangar.. abis mukanya manis gituuuu 😆😭 apalagi pas senyum, alig dahhh.. 😭 bikin aing demen ma bocah wkwkwk
Kalau Milea yang diperanin Vanessa mah aku gak mau komen banyakk, soalnya udah pas banget... gak salah deh pas suhayah pertama kali liat Vanessa langsung bilang 'kamu Milea ya??'

Overall, film ini bagus. Sutradara berhasil memvisualisasikan karya Pidi Baiq dengan sempurna. Lah kan garapnya sambil di direct langsung sama Suhayah jugaa, jadii mantap deh.
Mengihiburnya dapet pet pet. Kan tujuan kita nonton film buat hiburan. Jadi target tercapai dehh.
Kalau kasih nilai 1-10, buat Dilan ini aku kasihhhh 8,5 😁
Kalau diajakin nonton lagi juga gak nolak kok, haha

Yang jelas, untuk sekuelnya Dilan 1991, udah gak sabar buat nonton walaupun udah tau akhirnya gimana. Bakal bapering kali yaak, selama ini kan kalau nonton film  dengan genre sama happy ending mulu. Jadi penasaran gimana rasanya nanti.

See you again, Dilan!
Bhayyyy



 
Read More..