Pages

3.23.2017

Review Film: We're the Millers (2013)


Sebenarnya agak ragu buat ngebahas film ini, karena film ini udah laaaamaaaaaa syekaliiiii... dan aku baru nonton kemaren lusa--lusanya lagi. Bahkan duluan aku nonton film ini dari pada Film animasi yang ku review kemaren. Tapi, karena udah niat jadi yah gapapa lah, ditengah waktu kesibukan dan seabrek berkas yang kayaknya mau membunuh kami secara perlahan ini (lebaaayy) biar ku gunakan buat sekilas menceritakan film ini. Karena review film baru udah terlalu mainstreaaaamm.

We're the Millers* atau lengkapnya We're The Millers* (*if anyone ask) adalah film keluarga, tapi menurut ku gak pantas kalau hanya dilabeli dengan 'Bimbingan Orangtua', ini film 18+, yahh kebalikannya dari film SING yang bisa ditonton semua umur. Gak ada adegan kekerasan atau vulgar yang kebangetan sih di film ini, cuma dialog antar tokohnya yang menurutku terlalu vulgar, juga hal-hal yang hanya boleh dimengerti oleh orang dewasa lah. (well I'm shocked)

Film ini bergenre komedi sih sebenarnya, if you get it. Tapi yahh cukup bikin kzl juga tiap pemainnya melakukan hal-hal konyol yang tentu aja malah membuat masalah. Nah, kzl nya itu ya sambil ngakak, anehnya.. wkwkwk arti dari judul fimnya sendiri "Kami keluarga Miller*" (*kalau ada yang nanya). Kenapa begitu? oke skip, ntar juga terjawab.

Cerita berawal dari David, seorang kurir Narkoba yang hidup sorang diri dimana orang-orang seumurannya pada umumnya udah menikah dan punya dua anak. David cukup menikmati hidupnya sebagai seorang kurir Narkoba dengan santai. Dia tinggal di apartemen yang sama dengan seorang remaja bernama Kenny yang selalu ditinggal ortunya entah kemana. Mereka hanya sebatas tetangga yang saling sapa kalau ketemu. Tetangga mereka lainnya, sebut aja Rose; seorang wanita penghibur di club malam alias penari steples (bukan penari yang sambil bawa-bawa steples gitu yak tapi gak tau tulisannya, itu lah pokoknya, wkwkwk). Nah si David ma Rose ini bisa dibilang gak akur lah, padahal mereka kayaknya seumuran deh. Lah, emang apa hubungannya akur gak akur sama umur?? auk ahh, lanjooot...

Suatu malam, Kenny yang polos dan lugu ngeliat ada cewek yang diganggu sama sekelompok anak jalanan di depan apartemennya. Dan dia berniat nolongin cewek itu kan ya, kebetulan saat itu ada David juga disana. Nah, tanpa sempat David menghentikannya si Kenny udah nyamperin komplotan itu aja, David pun terpaksa ikutan, maksudnya buat menghentikan Kenny. Tapi yang namanya lugu sama bego itu bedanya tipisssss banget ya, si Kenny malah bilang ke komplotan itu kalau David Penjual Norkoba, dia pikir pekerjaan itu keren dan komplotan itu bakal takut kalau denger itu. Kenyataannya malah sebaliknya. David yang apes malam itu kena rampok sama komplotan anak jalanan.

Itu lah awal mula konflik dalam film ini dimulai. David tentu aja jadi kena rezeki nomplok imbas dari inseden itu. Dia dibawa secara paksa ke markas Bandar Narkoba bernama Brad yang notabene adalah temannya sejak kuliah tapi yah di dunia orang dewasa apalagi bisinisman gak ada kata teman kali ya, apalgi mantan teman, hahaa.. alhasil David dipaksa melakukan misi yang lebih besar dari kerjaannya biasa. Yaitu menyeludupkan 'sedikit' Narkoba dari Negara Mexico ke tempatnya berasal, Denver, US. Dan itu artinya David bakalan jadi penjahat international dalam sekejap, prestasiiii.. haha. Ketia David bertanya apa yang harus dilakukannya ketika sampai di Mexico, Brad cuma ngasih petunjuk, "Bilang aja 'aku mengambil barang untuk Pablo Chacho'.", siapa Pablo?? "Aku! Kau pikir mereka akan percaya jika aku menggunakan nama Brad si kulit putih?". Jawab Brad. Yah, simple aja kan kedengarannya.

Walaupun bersikeras menolak, tapi David gak punya pilihan lain.

Setelah itu dia nongkrong di depan apartemen ditemani Kenny dan pendapat-pendapat t*lol nya, gak sengaja ada sebuah Van berisi satu keluarga yang keliatan bego banget lewat dan bertanya alamat di depan mereka. Itu keluarga ceritanya lagi berwisata gitu tapi nyasar. And Bingo!! David dapat ilham dari mereka. Yak idenya adalahhh.. menyeludupkan Narkoba dengan menyamar jadi keluarga yang lagi pergi wisata!

Berhubung lingkup sosialnya yang terlalu sempit, jadi David cuma bisa mengajak Rose sang penari steples buat pura-pura jadi 'istri' nya. Tapi ajakan itu ditolak mentah-mentah. Apaboleh buat, David cuma dapat Kenny buat pura-pura jadi 'anak'nya, dan satu lagi wanita yang dikenal Kenny, ingat cewek yang mau ditolongnya di awal? Yap, namanya Casey (mirip nama kucing aneee). Casey adalah seorang remaja tanggung yang kabur dari rumah, well.. gak diceritain secara detail latar balakang Casey di film ini, dia cuma dianggap seorang tunawisma yang menjadi anak punk gitu. Tentu aja dia mau melakukan itu untuk David, berpura-pura menjadi anaknya alias Kenny's sister demi uang $1000.

Mereka bertiga pun siap pergi ke Mexico dengan penampilan baru sebagai keluarga Millers. Kejutan datang, Rose berubah pikiran dan nongol di Pesawat, karena alasan finansial tentunya. Rose meminta $30.000 kepada David. Mereka deal, dan the Millers bersatu :hammer:

Perjalanan konyol mereka pun berlanjut. Dengan menaiki mobil besar seperti bus tapi khusus buat keluarga gitu, mereka menuju tempat bandar Nakoba untuk mengambil barang Pablo Chacho yang dimaksud Brad. Ternyata barang yang dimaksud benar-benar 'sedikit', saking sedikitnya mobil mereka penuh dengan ganja, wkwkwk Dan kejutan lain muncul, ternyata Brad berbohong. Mereka sebenarnya tidak hanya menyeludupkan Narkoba tersebut tapi juga mencurinya! Ya, ketika orang yang bernama Pablo Chacho 'yang asli' muncul untuk mengambil barangnya, anak buahnya yang berbadan kekar dan sangar abisss sangat terkejut dan marah besar karena barangnya tentu aja udah dibawa The Millers.

Sedangkan the Millers, gak tau sama sekali dengan apa yang telah mereka lakukan, dan tentu aja mereka gak tau kalau lagi dikejar Pablo dan jago pukulnya. Sialnya, mobil yang mereka sewa malah mogok di tengah jalan.

Pertengkaran gak penting sering terjadi diantara mereka hingga Casey dan Rose memutuskan buat jaga jarak dari mobil yang penuh ganja itu. Beruntung, David akhirnya mendapat tumpangan dari keluarga yang baru mereka kenal dijalan untuk memderek mobil mereka ke bengkel. Alhasil mereka pun harus menginap dan berkemah bersama keluarga itu. Padahal, ternyataa sang suami di keluarga itu adalah Polisi khusus untuk kejahatan Narkoba, bahahaha jackpot banget tuhh (sialnya). Kebayang kannn betapa gugupnya the Millers, kecuali Kenny kayaknya, wkwkwk. Disini Kenny juga bertemu dengan cinta pertamanya alias dia jatuh cinta dengan anak dari keluarga yang menolong mereka. Well, kejadian-kejadian bodoh yang gak banget terjadi malam itu.

Skip.

Keesokan harinya mereka kembali ke bengkel untuk ngambil mobil, dan apa yang terjadi? mereka ketemu Pablo cs. Disini Rose punya kesempatan memberikan pertunjukan menarik untuk Pablo cs, yaitu dengan menari sambil bawa-bawa steples (ya gak lahh!!).
Mereka memanfaatkan kesempatan itu untuk kabur. Tapi bodohnya malah si Kenny yang nyupir, jadi makin kacau deh. Apalagi setelah itu terjadi kecelakaan besar yang menimpa Kenny, yaitu 'anu'nya digigit Laba-laba. Lol. Terpaksa lah mereka harus bawa Kenny ke RS terdekat. Ku akui sebagian besar kekacauan plus kekonyolan di film ini terjadi akibat ulah Kenny.

Di RS, David yang masih shock karena dikibulin sama Brad, negosiasi ulang. Dia minta untuk dibayar $500.000, Brad setuju dengan syarat tenggat waktunya hingga sampai malam itu. Kalau terlambat, maka kesepakatan hangus. Buru-buru, David membawa Kenny keluar dari RS. Disana lagi-lagi The Millers betengkar. Dan gak sengaja si David keceplosan tentang bayaran yang akan di dapatnya dari Brad. Rose kaget dan gak terima.

"Aku tak percaya padamu. Kau mendapat $500.000 dan hanya memberi ku $30.000??!!" (Rose)
"apa? kau di beri $30.000?? aku hanya dapat $1000!" (Casey)
"Kalian dibayar??" (Kenny)

WKWKWWKKWKKK ngakak paraaaah, tampang Kenny emang udah dari sononya keliatan bego banget, ditambah pas dia nanya itu =)))))

Singkat cerita mereka bubar jalan. David pergi sendiri ke Denver.

Singkat cerita lagi, malamnya David putar arah dan kembali untuk menjemput Rose, Casey dan Kenny walaupun itu berarti dia bakal telat nyamperin Brad.

Klimaksnya malam itu mereka ketemu lagi sama keluarga Polisi yang nolong mereka, sekaligus ketemu Pablo cs. juga. Dan lagi-lagi, kebodohan Kenny mengacaukan segalanya, dia dengan sengaja mengakui apa yang mereka lakukan dihadapan Keluarga Polisi demi wanita yang ditaksirnya. Kelanjutannya?? hmm, mungkin karena kehadiran Pablo cs disitu juga, film ini jadi memberikan contoh gimana musibah menjadi berkah, wkwk

Karena ini film terlanjur udah sangat lama, jadi ku putuskan buat ceritanya sampai situ aja, hahaa. Dan seperti review-review film pada umumnya, aku akan mengulang pertanyaan, apa yang akan terjadi pada The Millers? akan kah mereka selamat dari hukuman? Dan apa yang terjadi pada Brad dan Pablo cs? well, nobody knows until you watch it.. (atau you just already knew that.. -_-)






Behind the scene dibalik tulisan ini.

"yaampun ni orang santaii benerrrr.. anteng banget yak mentang-mentang dah selesai nego :v"

"biarkan aku refreshing bentar plissss.."
 (pusing juga kalo seharian ngurus berkas mulu -_-)

"harusnya kamu bikin kontrak selancar itu juga, ris.. langsung tulis."

"ya kalii -___-"


Read More..

3.22.2017

Review Film : SING (2016)


Sedikit keluar dari rutinitas, post kali ini aku bakal mencoba nulis review film, atau lebih tepatnya sih 'menceritakan kembali' film yang barusan ku tonton. Bukan film berat kok, film yang layak ditonton ketika lagi bosan ngapa-ngapain aja.

Ada 2 film yang baru banget ku tonton, dan dua-duanya keren. Gak perlu banyak mikir deh intinya kalau nonton ntuh film. Well, tanpa basa basi lagi, salah satu film yang mau dibahas ini yah judulnya "SING", yang satunya next post aja lah ya.

Nah, gak jauh-jauh dari judulnya, film ini emang bercerita tentang dunia hewan yang bisa nyanyi. Bukan dunia hewan juga sih, lebih tepatnya berlatar belakang seperti dunia manusia pada umumnya tapi diperankan oleh hewan-hewan lutchuuu.

Jadi si Koala alias Buster Moon yang sejak kecil terobsesi dengan Theater, dan pas dewasa memiliki Theater yang diimpikannya berkat usaha keras Ayahnya (yang kayaknya udah almarhum) membeli Theater itu dengan kerja nyuci mobil tiap hari. Tapi sayangnya, dimasa depan, theater yang dimiliki Moon berada diujung tombak kebangkrutan. Hampir disita bank dan tak ada yang mau menonton Theaternya.

Memutar otak, sang koala pun punya ide brilian untuk menghidupkan kembali teaternya. Caranya? Mengadakan kompetisi nyanyi!

Dengan uang yang tersisa--dari ngumpulin barang-barangnya yang bisa dijual--Moon berhasil mengumpulkan dana untuk hadiah kompetisi senilai $1000. Moon pun menyuruh sekretarisnya yang udah ujur, seekor Iguana (maybe) bernama Miss Crawley untuk membuat dan menyebarkan selebaran terkait kompetisi itu. Tapi karena kesalahan teknis, Crawley gak sengaja menambahkan nominal 2 nol (lebih tepatnya bola mata nya yang melakukannya), sehingga hadiahnya pun berubah menjadi  $100.000, woooowww!!!

Selebaran itu pun tersebar begitu saja--juga by an accident--alhasil Moon mendapat perhatian seluruh kota, diliput stasiun TV juga. Intinya kompetisi itu cukup viral. Dan tentu aja karakter hewan lainnya terlebih dulu diperkenalkan ikut andil dalam audisi itu. Mereka adalah Ash (Scarlett Johansson); satu dari pasangan remaja-landak-rocker yang hanya salah satunya dipilih oleh Moon, Jhonny (Taron Egerton) seekor gorrila yang tak ingin bergabung dengan grup preman ayahnya, Rosita (Reese Witherspoon); seekor babi berprofesi sebagai ibu rumah tangga yang punya 25 anak, Meena (Tori Kelly); gajah yang punya suara emas tapi takut buat tampil di depan umum, dan Mike; tikus yang angkuh tapi berbakat (sedikit mengingatkan dengan Stuart di film 'Little Stuart').

Singkat cerita, mereka lah yang terpilih dari ribuan orang yang ikut audisi Moon Theater (oke koreksi, bukan orang tapi hewan).

Terus menerus ditekan oleh pihak Bank yang ingin menyita teaternya, Moon yang punya sohib kental bernama Eddie, berusaha minta bantuan dengan temannya, tapi Eddie yang terlahir dari keluarga Domba kaya raya tidak bisa berbuat apa-apa karena yang kaya juga ortu dan neneknya. Ternyata nenek Edie adalah mantan bintang teater ternama pada jamannya (yang juga menjadi idola Moon saat kecil), tapi si Nenek domba ini galak benerrr dah. Moon dengan berani menemui neneknya Eddie untuk minta bantuan. si Nenek domba ini tentu gak mau, tapi Moon berhasil membujuknya untuk menonton pertunjukannya (at least).

Untuk mempersiapkan pertunjukan yang spektakuler, Moon mengerahkan mereka--pemenang audisi--untuk menunjukan kemampuannya. Usaha Moon hampir berhasil, tapi berujung kacau balau karena ulah si tikus kecil alias Mike yang dikejar-kejar beruang preman. Akibat insiden itu, terbongkarlah bahwa Moon tidak punya uang tunai sebanyak  $1000, apalagi $100.000!! Dan saat itu Moon baru tau kalau selebaran yang dibikin sebelumnya tertera hadiah sebesar itu. LOL. Dia dianggap berbohong oleh para peserta audisi yang kecewa padanya.

Oke, sedikit gambaran, insiden yang terjadi saat pertunjukan itu cukup besar, sampai-sampai bikin bangunan teater milik Moon ambruk. Tentu aja Moon sangat terpukul dan jatuh ke titik terendah dalam hidupnya. No more competition, no more show. Moon hanya mengurung diri dengan menumpang di kediaman Eddie.

Masing-masing dari peserta audisi sedikit diberikan gambaran tentang latar belakangnya, seperti Jhonny yang gara-gara latihan untuk pertunjukan itu membuat ayahnya beserta komplotan tertangkap, Ash yang dicampakan oleh pasangan landak-rockernya, dan Roseta yang keluarganya jadi terbengkalai akibat ditinggal latihan. Tapi kemudian mereka, Jhonny, Roseta, Ash, Meena dan seekor babi pasangan duet Roseta (lupa namanya)  datang untuk menghibur Moon. Mereka gak berhasil.

Moon bangkit dengan mencoba pekerjaan yang diketahuinya dari ayahnya, yaitu mencuci mobil, masih dibantu oleh Miss Iguana ujur dan sahabatnya Eddie. Hingga Moon mendengar suara Meena menyanyi untuk pertama kali, ditengah reruntuhan bangunan teaternya. Semangat Moon kembali lagi untuk mengadakan pertunjukan!

Moon pun memanggil Jhonny, Ash, Mike dan Roseta untuk kembali menyiapkan pertunjukan di bangunan theater yang hanya tersisa puing-puingnya. Mereka setuju dan tidak berharap akan hadiah kompetisi tapi cuma buat unjuk gigi. The show must go on, ye kaaannnnnn...!

Awalnya yang nonton cuma keluarga Roseta dan Meena, tapi karena ada stasiun TV yang tertarik untuk menyiarkan pertunjukan mereka secara langsung (awalnya juga buat lelucon doang) maka penonton yang lain pun berdatangan. Adegan pertunjukan ini juga diselingi dengan pertemuan dramatis antara Jhony dan ayahnya yang kabur dari penjara cuma buat menemui Jhonny dan bilang "Papa bangga sama kamu, nak" (ala Papah Bebi Romeo, wkwkwk).

And thenn,,, berita baiknya, ternyata Neneknya Eddie juga datang ke pertunjukannya Moon untuk menonton mereka. Yahh banyak kejutan lah selama pertunjukan itu, karena pertunjukan emang harus-kudu-wajib ada kejutannya kan yak biar lebih seru.

Nahh untuk endingnya yah cukup gitu aja yang boleh dishare disini, selanjutnya bisa ditebak lah ya, gampang kok.

Film produksi Illumination Entertaiment ini, gak kalah dari animasi lainnya yang se'rumah produksi' sama mereka kayak Minnions dan Despicables Me, ada lagi tuh satu yang mau banget ku tonton tapi belum, "Secrets life of pets". Nama rumah produksinya udah cukup jadi jaminan buat kualitas filmnya sih. Overall, ini film buat segala jenis umur lah. Pesan tersiratnya dalam film ini, hmm apa yah.. maybe.. belajar melawan ketakutan yang ada dalam diri kita sendiri.

Ohh iya, ada satu lagi yang perlu dibahas tapi dari tadi lupa, yaitu tentang lagu yang dipakai di film ini. Semuanya dijamin easy listening banget, dari lagu jaman dulu sampai lagu-lagu hits jaman sekarang. Paling seneng sih denger Jhonny nyanyi All of me nya John Legend, sayang cuma dikit dinyanyiinnya pas latihan doang, sama lagunya Katy Perry- Fireworks dan Shake it Of nya Taylor Swift pun gak ketinggalan ikut andil dalam film ini. Makanya enjoy aja gitu nontonnya.

Oke berhubung udah waktunya pulang, jadi terpaksa tulisan ini harus segera diakhiri.

Cukup sekian review dari saya (atau lebih tepanya bukan review tapi sinopsis film). Next post, kalau mood dan kalau kada hauran, bakal cerita tentang film lagi ^^,




Best regards,

Riska Amelia
Read More..

2.09.2017

LIFE STARTS HERE



February 4th, 2017

Postingan pertama tahun ini akan dibuka dengan sedikit pamer tentang camping kami di Riam kanan.

Ya, masih di daerah yang sama kayak 2 tahun silam saat kami ke Bukit Batas, Riam Kanan masih punya beberapa destinasi alam yang layak jadi tempat refreshing. Dan lagi, transportasi yang kami pakai untuk sampai disana masih berupa kelotok, bukan jet pribadi. (ya kalii pake jet)

But wait, udah 2 tahun yang lalu aja yaa… waktu berlalu secepat itu rupanya. Dua tahun mendadak terasa singkat. Mungkin dua tahun kemudian juga akan datang dan berlalu begitu saja. Tapi syukurah, walaupun waktu telah membentangkan jarak *tsaahhh.. kami masih bisa meluangkan waktu untuk hal seperti ini.

FYI, kami disini adalah segerombolan orang-orang yang butuh piknik, hahaa.. intinya kami sama2 berawal dari LPM Kinday lah, sebuah organisasi mahasiswa di kampus ULM. Walaupun udah jadi alumni tapi tetep dong, demi menjalin silaturahmi dan biar tetep kompak kan kegiatan begini masih perlu. Personil yang ikutan, yahh beberapa masih sama kayak pas pergi ke Bukit Batas dulu, tapi banyak jg personil yang beda kayak waktu kesana, bisa dibilang LPM Kinday new generation lah.

Arah yang dilalui masih sama untuk menuju ke Pelabuhan, hanya saja saat perjalanan di air, berbeda arah dengan Pulau Pinus maupun bukit Batas. Kali ini tujuan kami adalah Villa Sungai Luar. Gak tau siapa yang kasih nama itu, padahal gak ada Villa disana. Kami gak perlu capek-capek jalan kaki naik ke atas misalnya, karena tempatnya emang langsung bisa ditempuh hanya dengan mendaratkan kelotok.


Dikelilingi sungai pada tepiannya, diatas tanah lapang yang ditumbuhi aneka rumput hijau dan sejenis bunga2 kecil berwarna putih, kami pun membangun tenda dengan susah payah, wkwk. Padahal merakit tendanya termasuk praktis aja sih kalau udah biasa, tapi karna aku sendiri baru pertama kali bikin tenda (gak tau deh yang lain), jadi diperlukan waktu lebih dari 2 jam buat bikin satu tenda doang, itupun bikinnya udah keroyokan. Bayangin klo tempat yang kami tuju berada dibukit yang memerlukan waktu 2 jam pendakian juga, bisa nyerah duluan sebelum tendanya berdiri.. hahaa


Setelah selesai ngurusin tenda, kami bersiap buat makan. Tapi berhubung kemudian hujan mampir bentar, kami pindah lapak ke atas Gajebo yang lumayan tinggi gitu, disana juga udah digantungin Hammock oleh Eman, satu dari gerombolan kami.

Selesai makan diiringi mulut-mulut yang gak henti berkicau, kami turun dari gajebo untuk agenda gak jelas berikutnya, karena emang udah gak hujan. Beberapa orang bikin api unggun, beberapa lainnya mencari posisi masing2 disekitarnya. Permainan pun dimulai, sekedar memecahkan tawa dan hiburan semata. Hingga malam beranjak semakin tinggi dan bintang-bintang mulai berlomba menunjukan gemerlapnya (duileeeeh sok puitis.. hehee).

Malam dengan suasan alam emang harus dinikmati, bahkan tanpa bantuan caffeine mata ku bisa berkompromi, seolah tidak ingin melewatkan suasana malam itu. Rindu sekali rasanya. Rindu tiduran diatas tanah dengan alas seadanya. Rindu meliat keatas langit, dan membiarkan pikiran berkelana. Kadang mendengarkan cerita-cerita yang keluar dari mulut mereka, tapi juga kadang sibuk dengan pikiran sendiri. Bebas sekali rasanya.

nyamannya disini, akhirnya aku merasakan tidur dalam tenda..” kata ku ke Ibeng ketika pukul 5 pagi itu kami akhirnya memutuskan untuk tidur.

iya ka, entah bisa tidur apa gak nih, berasa terombang ambing kayak diatas kelotok tidur disini,” katanya.

hah? Kok bisa.. tapi wajar sih, lama ga pernah naik kelotok mungkin, aku juga dulu gitu pas pertama kali naik kelotok, sampai kebawa mimpi terombang ambingnya, bangun tidur malah sampe pusing,” bukannya tidur kami masih nyerocos aja.

kakak beneran gak kedinginan?” Tanya nya

gak kok, hangat disini, emang km ngerasa dingin?

iya dingin banget anginnya

tau gak sih, dulu pas kecil aku pengen banget tidur dalam tenda kayak gini.. saking pengennya dulu tiap mau tidur kan pakai kelambu tuh, nah aku ngebayanginnya tidur dalam tenda biar.. imaa ji na si” lanjut ku bernostalgila, tapi serius, seneng banget akhirnya bisa camping kayak yang ku impikan pas kecil, sederhana banget yak impian waktu itu -__-
Ibeng cuma ketawa dan kami lanjut ngobrol hal-hal gak penting lainnya, suaranya udah sampe serak, hahaa.. tapi gak berapa lama akhirnya kami ketiduran.

Gak tau berapa lama tidur, paling beberapa menit doang deh, kemudian Dian masuk ke tenda, “aku ikut tidur disini yaa…” katanya, dan langsung ngambil posisi diantara aku dan Ibeng. Ku rasa aku gak begitu tidur nyenyak sih. Bentar banget malah. Sekitar pukul 6 kurang, ketika cuaca masih biru, aku keluar tenda lagi buat pipis, hehee.. sendirian-sendirian deh, gak bisa nahan soalnya. Kelar dari pipis, masuk tenda lagi, coba tidur tapi gak bisa, laparrrrr.. akhirnya ku putuskan buat duduk didepan aja sambal makan roti. Ternyata udah ada anggota Kinday, Ike yang duduk disana, ku samperin aja. Sambil ngunyah roti, menikmati pagi yang sejuk banget itu. Segerombolan Sapi datang mendekat, mengincar roti yang ku makan, kasian kasian.. jarang makan roti ya Pi, rumput mulu, pasti bosan yak, kasihlah itu roti, eh dimakan beneran, Sapinya deket banget sampai bisa ku sentuh kepalanya, hoho… ini bukan pertama kalinya megang Sapi, tapi udah lama banget rasanyaaa. Pas kecil dulu bisa megang Sapi aja girang amat, penasaran aja gitu pengen pegang. Sekarang pun begitu ternyata. :D

Mari sejenak kembali ke mimpi-mimpi masa lalu, dimana impian terbesar adalah bisa masuk ke hutan dan memulai petualangan layaknya Film Petualangan Sherina. Well, impian ku saat ini gak beda jauh kok, malah lebih spesifik. Iya, aku mau traveling… ke tempat-tempat yang belum pernah ku datangi, menikmati manisnya hidup, melakukan hal-hal menyenangkan.. ya, cukup pikirkan dan lakukan hal-hal yang menyenangkan. Tapi travelling perlu modal juga, boss T^T

Keadaan sekarang kayaknya gak memungkinkan deh buat mewujudkan keinginan terpendam itu. Tapi kalau gak sekarang, kapan lagi cobaaa??! Baiklah, karena gak ada salahnya berencana, jadi ku rencanakan tahun ini bisa pergi ke tempat yang belum pernah ku datangi sebelumnya, backpackeran juga gak pa pa.. hahaa iya, gara-gara baca buku keempat Andrea Hirata, Edensor, dulu sempat pengen banget backpakeran ke Eropa. Buset dahh, gak tanggung-tanggung kan tuh ngayalnya. Tapi apa sih yang gak mungkin di dunia ini, walaupun keadaannya keliatan gak mungkin, tapi ingat kalau Sesungguhnya Tuhan tidak akan merubah keadaan/nasib suatu kaum jika tidak kaum itu sendiri yang merubahnya (QS 13:11), gitulah kalimat yang gak asing lagi itu pernah ku baca. Jadi asalkan kita punya keinginan yang kuat, sesuatu yang sekarang masih kita rencanakan bakalan lebih besar kemungkinan buat terjadinya.

You know,, apa motivasi ku sejak dulu buat travelling, tak lain dan tak bukan adalah Iklan Susu anak kecil, pas liat iklan itu dulu, langsung merinding dan ketika ku browsing maknanya, ternyata emang bagus bangeeeeettt, sampai-sampai dulu ku catat di buku saku khusus buat reminder. Gini puisi di iklannya.

Edisi Iklan Nutrilon I :

I want to live my life to the absolute fullest 
To open my eyes to be all I can be
To travel roads not taken, 
To meet faces unknown
To feel the wind,
To touch the stars
I promise to discover myself
To stand tall with greatness
To chase down and catch every dream
LIFE IS AN ADVENTURE

(Aku ingin menjalani hidup sepenuhnya. Membuka mataku untuk semua kemungkinan. Menempuh jalan yang belum pernah ku tempuh. Bertemu wajah-wajah yang tak ku ketahui (sebelumnya). Merasakan hembusan angin. Menggapai bintang. Aku bejanji untuk mengetahui siapa diriku. Untuk berdiri tegak, dengan kejayaan. Untuk mengejar dan menangkap semua mimpi. Hidup adalah petualangan.)

Edisi iklan Nutrilon II :
I wanna make clouds,
I want to jump over fences
Play with shadows
Paint faces
Get wet
Invent
Chase rainbows
and collect stars,
LIFE IS AN ADVENTURE

Iklan Nutrilon III :
Lets call on the interested
 The wide eyed
 The hopeful
 The Princesses
 And the Princes
 Their believer 
Lets some..
 On the generalsThe Queens,
 The Kings,
 and The Knights start ride adventures trail,

 Lets call on the ledgers,
 The Lovers,
 The big ones,
 The small ones 
the boundaries
 The attendance
 Discoverers
 The Conductor
 The Scientist
 The CEO's

Lets call on the sky walkers
 The Movers
 The Shakers

 Lets call on the curious
 And bring on the hope
 LIFE STARTS HERE

Versi II dan III gak perlu diterjemahin, karena akan merusak esensi dari puisinya, hahaa (bilang aja gak mampu menemukan kata yang tepat untuk nerjemahinnya, wkwk)


Akhir kata, sebelum tulisan ini melenceng kemana-mana, aku sangat bersyukur untuk waktu yang telah ku lewati, momen menyenangkan dalu, sekarang dan yang akan datang. Semoga selalu ada kesempatan untuk kembali menikmati manisnya hidup. Terimakasih untuk setiap orang yang ada dalam hidup ku, terimakasih untuk orang-orang yang selalu meluangkan waku untuk bersama-sama tertawa dan berbagi cerita.


Terimakasih sudah membaca tulisan ini.



Oleh-oleh:
susah payah bangun tenda ya biar bisa poto kek gini, wkwk


Dibikin hitam putih biar kesannya jadul gitu

sebelum ribet nyari pasak yang hilang

orang harat

good time with good people

super duper alay, wkwkwkwk

santai belum lengkap tanpa s*lverqueen


untuk menghargai jasa tukang poto yang ngambil gambar sambil tiduran di hammock
Bonus yaaa, selfie dari ane :P


Bonus lagiiii :P

masih bonus :P (oke boleh sambil megang kresek liatinnya)

selamat sudah melewati babak bonus yang memuakkan :v

Read More..

12.30.2016

Good bye 2016

2016, ini adalah tahun pertama menjalani kehidupan baru bukan sebagai mahasiswa lagi, tapi sekarang status ku udah sebagai pekerja. Senang? pastinya, karena akhirnya bisa mandiri. Ini adalah salah satu impian, bisa bekerja dan menghidupi diriku sendiri. Doa yang ku panjatkan sepenuh hati dan dengan usaha yang gak mudah, tentu aja gak ada kata lain yang pantas ku ucapkan selain Alhamdulillah.

Coba memflashback kejadian yang ku alami dari Januari 2016 hingga sekarang, begitu banyak yang terjadi, suka duka tentu aja.. Dari kondisi hampir putus asa sampai bangkit kembali, jatuh lagi, lalu bangkit lagi, udah kayak lagu dangdut aja, jatuh bangun,, haha. Yang jelas, tahun ini penuh kejutan.. Kejutan yang gak pernah terpikir sebelumnya, orang-orang yang baru ku kenal, suasana baru dan lingkungan baru, semuanya harus disyukuri lahh.

Awal tahun yang penuh perjuangan dan air mata (hahaa.. lebay), pertengahan tahun yang begitu membahagiakan karena resmi diterima kerja, dan sekarang akhir tahun yang kembali menyedihkan lagi rasanya karena Tuhan selalu memberikan kita paket komplit, tidak ada kebahagiaan tanpa kesedihan, pun sebaliknya, namanya juga dinamika dalam hidup, pasti lah ada hal baik yang terjadi, tapi disamping itu juga masih tersisa hal lainnya yang membuat sedih, yang menguji kita untuk tetap bersyukur, dan cobaan yang membuat kita agar lebih kuat.

Tahun ini punya tanggung jawab baru, yang begitu menguji--tidak hanya kesabaran--tapi keIKHLASan, hal yang akhir-akhir ini baru ku sadari bahwa menjadi benar-benar Ikhlas itu sulit, sebelumnya tidak masalah bagiku untuk belajar Ikhlas karena apa yang ku beri masih seimbang dengan apa yang ku punya, itu sebabnya aku masih bisa mengikhlaskan, tapi kali ini, ujian Ikhlas itu begitu besar rasanya. Kadang ingin sekali mengeluh, kenapa harus aku, kenapa Tuhan memberikan ku tanggungan yang seharusnya bukan aku yang menanggungnya. Tapi hey, diriku yang lain menjawab, "dasar sok tau, kamu pikir Tuhan buta apa, Dia gak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan hambaNya, dan kamu pantas menanggung semua ini, ini adalah buah dari doa-doa mu sendiri, ingat Doa mu waktu itu? kamu yang minta, doa yang penuh kebencian, dan sekarang Tuhan sudah mengabulkannya dengan caraNya sendiri. Makanya kalau bikin doa tuh mikirr, jangan asal ceplos aja, mentang-mentang lagi emosi, nih kan doa mu berbalik ke diri kamu sendiri yang harus menanggungnya."

Iya, benar kata pepatah dulu, apa yang kita tuai, itu yang akan kita tanam, persis seperti apa yang terjadi padaku sekarang, setelah melewati perenungan panjang, akhirnya aku sadar, memang tidak banyak yang ku lakukan, memang bukan aku yang melakukan, tapi doa yang aku panjatkan jaman dulu kala ketika gak berdaya dan yang ku bisa cuma berdoa, ternyata mnguap dilangit langit dan Sang Maha Pendengar mengabulkannya sekarang, doa yang hampir ku lupakan bahwa aku pernah memintanya. Tuhan tahu, tapi menunggu..

Ibuku bilang, ini adalah cara Tuhan menguji ku, apakah aku masih punya hati, atau memikirkan diri ku sendiri. Dan keadaan ini, tidak selamanya akan begini, yang kulakukan hanya harus terus bersabar dan ikhlas. Seperti yang sebelumnya ku katakan, sekarang aku baru benar-benar belajar arti ikhlas yang sebenarnya, itu gak mudah, sampai sekarang pun aku masih belum yakin apakah aku ikhlas atau tidak.

Seseorang pernah bilang, "hidup itu kaya lagu Payphone-nya Maroon 5, happy ever after tuh cuma dongeng, selama kamu hidup ya kamu akan terus mengalami ujian, semakin lama kamu hidup ujian itu semakin berat, gak ada yang namanya Happy Ever after. Contohnya liat anak SMA, mereka pikir mereka punya masalah paling berat di dunia padahal cuma mau ngadapin UN doang, nah, coba kamu liat anak SMA itu dari kacamata kamu saat kamu jadi mahasiswa pasti kamu mikir 'halah ujian nasinal mah kecil, masih berat ngerjain skripsi kali', dan kamu ngerasa ngerjain skripsi itu tugas paling berat ketimbang yang lain, lalu berlanjut saat kamu sudah lulus kuliah, kamu baru sadar kalau bikin skripsi mah gampang, ketimbang nyari kerja.. Begitu seterusnya sampai kamu dapat kerja, ujian itu akan selalu naik 'level', dan nanti ketika kamu sudah berkeluarga, makin berat yang akan kamu hadapi, itulah hidup, kamu gak akan pernah lepas dari namanya ujian sampai kamu mati,"

Sengaja ku tulis disini, mumpung masih ingat kata-kata itu, hahaa.. benar sih, selama kita hidup, pasti akan melalui berbagai macam ujian, yang terpenting adalah bagaimana kita melewatinya.

Hari demi hari, Minggu demi minggu, bulan demi bulan, dan sekarang tahun demi tahun berganti, 'waktu' itu akan terus bejalan gak peduli apapun yang terjadi, yang kita bisa lakukan adalah belajar dari pengalaman dan peristiwa yang udah terjadi, tentu aja selalu ada kebaikan dan hal yang patut disyukuri, karena semakin kita bersyukur, maka akan ditambah nikmat yang kita dapat.

Dahh itu aja, udah saatnya pulang.

MY CAT, I'M COMIIING!
Read More..

12.07.2016

Gambar Pemandangan




Berikut adalah beberapa gambar yang diambil dari kamera HP maupun Kamera digital, agar lebih cerah dan keren (gak juga sih), diedit menggunakan photoshop, hanya pada bagian saturasi dan kontras.
 
Bukit Batas, Riam Kanan, Kalimantan Selatan

Bukit Rimpi, Pelaihari, Kalimantan Selatan

Read More..

11.16.2016

CLOSER

Barusan browsing-browsing via mbah google, iseng buka linked in, trus ngedit-edit experience, dan saat nulis pengalam kursus, yaitu English Access Microscholarship Program (selanjutnya cukup ku sebut Access aja), jadi penasaran buat googling dengan keyword itu, dan hasilnya? It's so great program exchange! Jadi bangga pernah jadi bagian dari Access, walaupun aku gabungnya saat angkatan pertama Access ada di Banjarmasin, and that's mean before (I know)  it was cool. Tentang Access, itu adalah Program dari US (United States cuyy,, yang sekarang presidennya adalah orang yang dulu pernah nolong Macaulay Culkin as Kevin di film Home Alone buat nunjukin dimana Lobby hotel saat Kevin lagi nyasar di New York dan sibuk dikejar-kejar penjahat, warbiyasahh kan...?! hahaa).

Sekilas tentang English Access Microscholarship Program, dengan tujuan mulia untuk membantu meningkatkan kemampuan bahasa inggris para kaum muda di negara berkembang seperti Indonesia salah satunya, dan khususnya untuk para kaum ekonomi menengah seperti saya tentu saja, yang kalau bayar bimbel sendiri sekelas English F*rst pun gak bakalan mampu, and Access kasih kursus yang bener-bener berharga, selain dapat fasilitas dan seabrek pengalaman indah lainnya, kami juga dapat uang saku selama masuk kelas, itu uang transport katanya, tapi woy.. dimana ente bakal dapat yang kayak gitu?? udah dapat ilmu, buku-buku yang kualitasnya kalau dijual di Geraimed ga bakalan bisa ku beli pakai uang saku siswa SMA, fasilitas lainnya termasuk Summer Camp, English Camp yang langsung diajarin sama Native Speaker alias Orang Asing langsung, praktek jadi tour guide sambil keliling-keliling kota, trus dapat uang saku lagi tiap bulan.. dan itu berlangsung selama 2 tahun.. how lucky I am.

Access bahkan memberi kesempatan yang lebih besar untuk siswanya agar bisa berpartisipasi dalam pertukaran pelajar ke Amrik, aje gilee memang, dan sayangnya pertukaran pelajar itu terjadi pada angkatan setelah ku. Dan fakta lainnya yang lebih mencengangkan, sejak 2004 hingga sekarang, sudah sebanyak 95.000 pelajar di lebih dari 85 negara yang ikut berpartisipasi di Access Program, include me!! yess,, termasuk aku.. kami.. angkatan Access tahun 2009...

For your Information, jumlah siswa Access pada saat angkatan ku gak terlalu banyak, kami hanya di bagi menjadi 2 kelas, kelas A dan B yang masing-masing isinya hanya berjumlah 12 orang kalau gak salah, aku udah lupa jumlah tepatnya berapa, it's been a long time jadi harap maklum lah yaa.. kami berasal dari SMA maupun SMK yang berbeda-beda juga. Jadi gini sih kurang lebih alurnya, Access Program berkerjasama dengan LBI Fakultas Ilmu Bahasa UI (Universitas Indonesia) yang kemudian juga bekerjasama dengan Universitas yang sekarang menjadi almameter ku, yaitu Universitas Lambung Mangkurat, tepatnya English Departemen yang bertempat di Lab. Bahasa, jadi disanalah kami menuntut Ilmu selama 2 kali seminggu sehabis pulang sekolah. Dan tetap, yang mengurus segala tetek bengek kami hingga Sertifikat kelulusan pun langsung dari LBI FIB UI dan US Ambassador, perasaan itu sertifikat paling bergengsi yang pernah ku dapatkan, hehee

Oke cukup sekilas tentang Accessnya, trus pencarianku di google ku persempit dengan menambahkan kata 'banjarmasin' di belakangnya.. and taa daaaaaaaaaa.... I got this : 
Iyess... itu adalah karya ku saat ada Photo Contest untuk siswa dan alumni Access, sekitar akhir 2012, alias 4 tahun yang lalu. Saat itu kami baru aja menyandang gelar 'alumni' jadi kami juga berkesempatan yang sama untuk memenangkan lomba poto itu. Hadiahnya cukup menarik, yaitu 2 buah Kamera Nikon DSLR, iya cuma ada 2 pemenang yang dicari, dan aku gak menang.. it's okay, udah masa lalu jua, 2 karya ku nampang disono aja aku udah seneng banget... Yang menang emang pantas mendapatkannya sih karena liat gambarnya cukup 'menyentuh' dan perpect moment.. hmm, ya, I think photography is about how can you freeze the moment, bagaimana kita mengabadikan sebuah momen berharga dari sebuah gambar, membuat orang yang melihat tangkapan gambar kita mendapatkan 'feel' dari sebuah poto, seperti pepatah lama yang bilang 'satu gambar berjuta makna'. Ishh... ngomong apa aku, itu lah pokoknya.

Saat itu tema dari lomba adalah "woderful of Indonesia" yang kami ambil secara 'street hunting'. Sebelum ikut lomba kami emang dibekali dengan pelatihan khusus dari Photografer sekelas Nicko Darwis, potografer yang dulu ada acara tv nya 'Mata Lensa' itu lohh, gak tanggung-tanggung kan. Selain itu kami juga dipinjamin camera buat hunting lagi, perpecto..

Berkat bakat stalking eh browsing yang cukup pro, akhirnya dapat juga 'situs sejarah' yang menunjukan kalo story ini bener-bener ada, here is it
 
 
tentu aja diketiga poto itu ada akunya, ngoahaha.. yang keliatan kece dikasih panah merah :v

Saat pelatihan dalam kelas udah berakhir, kami pun langsung terjun ke lapangan buat hunting, saat itu lokasinya di sekitaran Swiss Bell hotel hingga Pasar Cempaka, Dan dari sekian banyak dari jepretan ku, hanya satu yang ku kasih judul 'The Old man and A sack of Trash' itu yang ku pilih buat ikut Lomba, soalnya yang lainnya begitu absurd.. hahaha maklum gak pro.. dan Satunya lagi pto yang ku kasih judul 'Hopeless', itu ku ambil dengan susah payah sebenarnya, lupa juga sih susah payahnya dimana, lol. Tapi yang jelas itu poto cuma ku jepret menggunakan Hp Samsung dan ku pertajam dengan Photoshop, bagian saturasinya aja kok yang diutak atik dikit. Oh iya, yang bikin susah payah karena aku harus bolak balik nyari settingan photonya. Asal tau aja, objek dalam poto itu, aku gak tau siapa, tapi dia selalu menarik perhatian ku sejak aku SMA. Setiap pulang sekolah dulu, aku liat orang itu terduduk lesu di pinggiran jembatan seperti itu, dan setelah aku lulus sekolah pun tiap aku liat jembatan itu, aku selalu liat pemandangan yang sama. Perasaan saat liat bapak itu, benar-benar hopeless, seperti seseorang tanpa tujuan hidup yang jelas, tak peduli dengan hiruk pikuk lalu lintas, dan gak punya harapan. Itu yang ku rasakan tiap melihatnya. Can you feel it based on the picture? 

Dan suatu siang, setelah hunting dan mendapati cuma satu hasil poto dari kamera yang dipinjamin itu layak buat dikirim, aku bertekad buat mencari objek lain, iya.. hunting lagi sendirian walaupun cuma berbekal kamera Hp. Sehari sebelum hari H batas pengiriman poto, aku pun keliling-keliling naik motor buat nemu objek yang sreg, setelah bolak balik dilokasi yang sama alias tempat street hunting dulu, dan gak dapat tangkapan yang pas, aku berniat mau pulang aja dan lewatlah aku di Jembatan itu, aku hanya melewati 'bapak' itu sekilas, dan dia ada di seberang sana, di arah yang berlawanan dari tempat ku pulang, but it's okay, demi dapat moment itu, setelah sampai ujung jembatan aku pun mutar balik, dan sesampainya disana, dengan tampang gak tau menau langsung ngeluarin HP dari saku, jeppret.. jepret... dan itu lah hasilnya, bapak itu melihatku dengan tatapan kosong tanpa harapan, mungkin dipikirannya 'bodo amat ma cewek ga jelas yang turun dari motor trus jongkok-jongkok dengan hape di tangan, belum punya masalah hidup lu, bocah!', yahh whatever lah apa yang dipikiran bapak itu, semoga aja dia bisa bangkit dari keterpurukannya dan gak memilih jalan yang lebih ekstrim seperti loncat dari atas jembatan misalnya, meskipun banyak bocah-bocah yang kadang melakukannya untuk bersenang-senang, dan mereka baik-baik aja. Ya, maksudku kali aja kan bapak itu mau refreshing dengan loncat dari jembatan kaya bocah-bocah pada umumnya yang mendapat kebahagiaan dari cara sederhana sekaligus berbahaya itu.

Begitulah sepenggalan kisah nostalgia dari karya yang gak menang itu, tapi mau menang atau gak, aku tetap bangga dengan hasil jepretan ku, aku tetap bangga menjadi bagian dari Access.. dan aku tetap bangga pernah berpartisipasi dalam lomba photography pertama ku, dan mendapat sertifikat juga sebagai kenang-kenangan.. Thankyou Access, for all those precious experiences that you give to us.
credit to google: me too, although wasn't as far as you










(PS: judul postingan ini emang gak nyambung sama isinya, karena pas awal nulis post ini tadi, di ruangan lagi ada yang muter lagu Closer - the Chainsmoker sebagai backsound yang bikin enjoy nulis, udah gitu aja)
Read More..