Pages

5.10.2018

AFTER ALL THIS TIME

Woooy pagiii... udah nguopii belomm??!
hehehhee
Now I am sit on my work place like ussual, but I am not being here to work!
Yasss.. it's me time!! 😁
Hari ini tanggal merah, dan besok jumat adalah hari kejepit nasional.
I'm not going home. Karena eh karena nanggung banget kan.

Kemaren rencananya mau stay di mess aja. Tapi ternyata temen-temen satu mess pada masuk kerja hari ini. Hitungannya lembur. Trus aku ngapain? Kami gak punya apapun di mess. Tivi gak ada, sinyal seadanya, apalagi internet. Kalau ditanya pernah gak nya ngelewatin liburan di mess, pernah sih pernah, dan itu juga diisi dengan kegiatan jemur kasur dan tidur. Ohiya, pernah juga sekali pas aku sakit. Pas itu gak bisa masuk kerja kan, dan sendirian, hampir seharian tiduuurr aja buat memulihkan kondisi. Dan sore nya aku pergi ke rumah sakit terdekat sendiri. Dan berakhir dengan gak bisa pulang karena waktu itu hujan deras banget. Bener-bener pengalaman terngenes itu mah. LOL.

So, daripada aku gabut sendirian mending aku ikutan ke unit hari ini. Lumayan kan bisa internetan, update blog ini, dan yang terpenting maraton nonton film, hohohho
Dan aku di ruangan ini juga sendirian cuy, waktu dan tempat yang tepat banget kan buat have some privacy. Padahal bisa aja sih kalau mau lembur, insha Allah dapat ijin aja, tapi ngapain? kerjaan mah gak ada abisnya. Lagian kalau lembur mesti ada yang harus selesai dikerjain, males ahh.. mending besok aja. Biarkan aku menikmati waktu disini tanpa mikirin kerjaan yang berkasnya numpuk di depan mata, wkwkwk

Setelah ngerebus Indomie plus telor asin sebagai sarapan pagi ini. Sekarang aku ditemani secangkir robusta dari TOP kopi yang tadi 'nemu' di pantry. What a beautiful day, huh? 😊

Nah, What I like to talk about?
My live goes so damn twisted.

Seringkali saat aku dijalan pulang, riding my motorcycle. My mind did't stop working sepanjaaang jalan.  It's like, aku ingin, sangat ingin menulis blog, dan pada saat itu.. pikiran ku penuh dengan kata-kata dan apa yang ingin ku tulis. Dan sekarang, aku hanya akan menuliskan sedikit yang tersisa dari ingatan, haha
 
Seorang teman sering curhat tentang kehidupannya di tempat kerja. Dipenuhi orang-orang yang menurut ku 'gak waras' dan berpikiran sempit. Kadang aku kesal mendengar ceritanya, aku kesal dengan orang-orang di lingkungan kerjanya yang begitu keterlaluan. Padahal aku gak ngalamin apa yang dia alami.

Masalahnya cuma satu, karena teman ku belum nikah. Dan orang-orang di tempat kerjanya gak berhenti nyinyirin dia. What the hell?! Apa masalahnya buat mereka? Setiap orang pasti pengen nikah, tapi tentu saja ada waktunya. Kalau menurut orang-orang sekarang sudah waktunya buat dia nikah, tapi kalau menurut Tuhan belum, terus mereka bisa apa? nyinyirin doang!

Saking keselnya mungkin kalau aku berada di posisi yang sama, aku bakalan ngomel panjang lebar dan bilang, "emangnya kenapa kalau aku telat nikah? itu bukan urusan kalian! kalau aku nikah, emangnya kalian yang biayain?! Kalau aku nikah dan baru punya anak di umur sekian, emangnya kenapa? kalian juga yang biayain anak ku nantinya?!'
Kalian gak akan rugi apapun!
Terus kenapa masih rajin ngurusin hidup orang, kayak hidup kalian udah bener aja.

Mungkin ya, mereka yang udah nikah ngerasa hidupnya udah sempurna. Iya, menikah emang menyempurnakan sebagian agama, tapi itu bukan satu hal yang bisa buat mereka merasa berhak menghakimi orang lain yang belum nikah. Sekali lagi, itu diluar wewenang dan kuasa mereka.

Misalkan nih, temen ku udah nikah (dan gak perlu ngundang mereka juga tentunya). Terus dia bahagia atau gak dengan pernikahannya, yang tau siapa? yang ngejalanin siapa?
Kalau bahagia, syukur alhamdulillah. Tapi kalau gak, orang-orang akan kembali ngomentarin hidupnya, but noo.. kalau bahagia pun, sepertinya orang-orang gak bakal berhenti ngomentarin hidupnya.

Jadi gini, ada seorang teman yang lain juga, sebut aja L. Dia sudah lama menikah. Dan sekarang sudah punya anak berumur sekian tahun gitu. L dulunya mahasiswi yang berprestasi. Dia cerdas. Ulet. Dan pekerja keras. Dia menikah, tepat setelah lulus kuliah. Bahkan beberapa hari setelah kelulusan. I know she is very happy, dan aku ikut senang.
Menjadi lulusan terbaik dan segera menikah. Kebahagiaan yang gak perlu dipungkiri.

Kemudian, L menjalani hidupnya sebagai seorang istri. Dia ingin bekerja, karena sayang dengan ijazah yang penuh pengorbanan untuk mendapatkannya. L berjuang sendiri untuk menjalani kuliah, dan sebuah prestasi yang gemilang gak didapatkannya begitu aja. Tentunya berikut usaha yang gak mudah.
Alasan itu cukup membuat L ingin hasil jerih payahnya berguna, yaitu dengan bekerja.

Tapi, lagi-lagi.. orang-orang selalu nyinyirin hidupnya. Dia bisa dibilang 'didzolimi' dengan kata-kata dan perbuatan gak menyenangkan. Sama seperti teman ku sebelumnya. Mereka adalah korban dari orang-orang yang suka ngurusin hidup orang lain.

Aku sering kehabisan kata-kata untuk menanggapi curhatannya. Aku gak menjalani kehidupan yang seperti itu tapi cukup mendengarnya aja, bener-bener menguji kesabaran. Jadi apa yang bisa ku lakukan selain memberi motivasi untuk bertahan, terus berprasangka baik kepada Tuhan, sampai akhirnya aku cuma bisa bilang 'gak usah didengerin.' wkwkwkwk
Aku selalu bilang 'gak usah didengerin', ke mereka yang menjadi bulan-bulanan nyinyiran orang. Sampai akhirnya kata-kata mutiara itu keluar, 'gak usah dimasukin dalam hati. kita gak bisa menutup mulut orang-orang , tapi bisa nutup telinga sendiri.'

Kembali ke teman ku yang sebelumnya, saking gak tahannya (kok aku yang gak tahan) aku cuma bisa ngasih saran dia buat resign. But it's serious. Ngapain kamu bertahan di lingkungan kerja yang gak sehat dan toxic banget buat mental dan jiwa?! bukan lebay, tapi ini beneran. Siapapun yang diposisi itu hidupnya bakal tertekan.
Aku khawatir kamu jadi gila nantinya, komentarku.
Bukan berlebihan, tpi emang dia sendiri juga merasa kek gitu.

Tapi semoga aja gak, aku selalu berharap dan mendoakan yang terbaik buat mereka. Semoga dia mendapatkan jodoh yang baik dan tepat, mendapatkan tempat kerja yang lebih 'manusiawi' dengan orang-orang yang lebih sehat akal pikirannya biar gak jadi racun buat orang lain. Buat L, semoga gak putus asa untuk terus mencoba, mewujudkan cita-cita buat jadi PNS dan membuktikan diri pada dunia. Hehee kata-kata ku anu banget yak 😂

Sekarang, let me review my live.
Sebelum bekerja disini, bisa dibilang aku cuma punya modal usaha dan doa.
Saat aku merasa kurang dan feel nothing ketika ngeliat keatas. Aku kembali melihat diriku sendiri dan apa yang terjadi selama ini. Itu membuatku merasa harus bersyukur, banyak bersyukur.
Doa ku dulu, dikabulkan oleh Tuhan yang Maha Pengasih. Aku gak cuma minta pekerjaan, tapi juga minta ditempatkan di lingkungan kerja yang sehat, rekan kerja yang baik, dan mempengaruhi ku untuk menjadi manusia yang lebih baik. Karena dari awal aku yakin, gak cuma pekerjaan yang ku butuhkan, tapi lingkungan yang pastinya akan berpengaruh besar pada perkembangan mental dan jiwa.

Suatu siang, saat waktunya sholat Dzhuhur, gak sengaja aku barengan jalan sama seorang bapak-bapak yang kerja di lingkungan yang sama, Bapak-bapak itu--mungkin sekedar basa basi-- bilang "Alhamdulillah ya mbak, masih bisa (sempat) sholat sambil kerja."
Sederhana tapi jika direnungi, benar juga. Ada banyak di luar sana orang yang terlalu sibuk bekerja sampai lupa untuk apa dia bekerja. Bekerja itu kan bisa sebagai ibadah juga. Kalau kita niatkan untuk itu. Tapi kadang kita malah lupa dengan ibadah yang wajib.
Kata-kata bapak itu sederhana tapi dalam jika direnungi, terbesit suatu ayat yang sering ku dengar yang bunyinya "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

Maka aku kembali bersyukur.

Aku juga berpikir, Tuhan begitu baik dan sayang kepadaku. Dia selalu melindungiku dari aib-aib ku sendiri. Dia masih sangat Pemurah, masih menolongku disaat kesusahan. Dia selalu ada. Walapun aku masih belum bisa memperbaiki diri. Aku masih melalukan hal-hal yang dilarangNya, I'm still feeling guilty as hell. Aku masih meninggalkan waktu sholat. Aku masih berlindung dibalik kata 'Manusia gak ada yang sempurna' sehingga mentoleransi apapun yang ku lakukan. Dan ku pikir, ntar kalau malaikat yang satunya nulis pahala mulu kan kasian malaikat yang tugasnya nulis dosa, gak ada kerjaan. Jadi gak pa pa lah, biar seimbang, kedua malaikat bisa gantian nyatet dosa dan pahala. Tapi semoga aja masih banyakan pahalanya ketimbang dosa 😂. Yes pikiran ku bahkan masih sesat. I am sesat then. Plis jangan ditiru. Hanya dilakukan oleh profesional, hehee becanda 💩

Dan lagi, ketika membandingkan nasib ku senidiri dengan orang lain, I feel better. Setidaknya aku gak tertekan di lingkungan ku. Aku hanya kadang bingung dengan Rencana apa yang dipersiapkan Tuhan untuk ku.

Sebenarnya, kalau ngomongin lingkungan kerja, orang-orang disini juga macem-macem karakteristik dan sifatnya. Gak semua baik. Termasuk diri ku sendiri (yang aku gak tau masuk kategori mana, baik atau gak?). Dan gak semua juga buruk. Tapi menurutku sih masih bisa diterima dan gak berdampak banyak lah bagi kehidupan ku, dalam arti masih banyak hal positif yang bisa diambil ketimbang hal negatif. Kebiasaan-kebiasaan disini juga gak jauh dari sifat dasar manusia yang selalu ingin tau. Tapi masih dalam batas wajar. Kadang juga berselisih paham, kadang ada becandaan yang ngeselin. Tapi itu masih tahap normal dan bagian dari dinamika kehidupan lah ya. Mungkin karena disini di dominasi oleh orang-orang yang masih muda. Mungkin. Jadi ga senyinyir mulut Ibu-Ibu. Karena notaben masih belum ada 'Ibu-ibu', adanya  bapak-bapak,  wkwkwkwk

Soal ditanya kapan nikah, itu udah jadi pertanyaan umum lah yaa.. walaupun sebenarnya menurut ku pribadi, gak ada satu pun orang dimuka bumi ini yang punya wewenang menanyakan itu kecuali orangtua kita. It's privacy, dude. Atau pas lagi wawancara kerja gitu, boleh aja nanya 'ada rencana menikah?'. It's an exception. Tapi lucunya, di Indonesia, pertanyaan itu malah jadi basa-basi yang gak banget


Aku gak anti sih ditanyain kayak gitu, karena sekarang, masih jarang, yah ada lah sesekali, ditanyain, dan jawaban ku? "kalau gak sabtu yaa minggu". 😁😁😁

Kalu ditanya 'punya pacar gak sih?', jujur ini lebih ngeselin daripda pertanyaan diatas. Karena bakal serba salah. Kalau dibilang punya, tapi ntar ditanyain siapa.. orang mana.. kerja dimana. Dan pertanyaan lain-lain. Jadi gak bisa bohong (dan gak mau sih sebenarnya). Karena kalau bohong, maka kebohongan ku akan berlipat-lipat seiring bertambahnya pertanyaaan. Kalau bilang gak punya, bakal diceng-cengin muluuu sama siapapun yang jomblo. Kan kamvret. It's live of single fighter, ckckck dan kadang selalu aja muncul orang-orang aneh yang kadang aku sampai bingung gimana ngadepinnyaa, tanpa mengeluarkan kata-kata mutiara (ingin ku berkata kasar, red.)

Tapi aku harus tetap bersyukur, karena setidaknya aku gak merasa sendirian. Kan masih ada teman-teman dikala suka duka. #asyeek

Entah yaa, kalau ntar satu per satu temen-teman ku udah pada nikah. Pastinya aku juga bakal pengen cepet-cepet, hehehe
Sekarang sih, pengen ya pengen tapi belum ngebet banget. Maksudnya ingin dalam arti 'nanti' gitu. Wajarlah, naluri manusia. Dan gak bisa dipaksakan juga, kapan itu rahasia Tuhan.

Sebagai manusia, cukup lakukan tugas aja, untuk berusaha memperbaiki diri. Selebihnya serahkan ke Tuhan. Gimana pun, dalam doa aku cuma bisa bilang ke Tuhan, kalau Dia Maha Tau yang terbaik, ku serahkan hatiku dan rezekiku kepadaNya.

Intinya dari tulisan ini, tetap bersyukur atas nikmat yang diberikan, niscaya akan ditambah nikmat mu. Aminnn. (tumben ngemeng bener, bawaan bentar lagi bulan puasa nih 😁)

Oke sampai disini ya, udah cukup berjam-jam dengan tulisan ini, aing mau streaming dulu, hohoo
Keep positive vibes and Happy free day!
Read More..

3.03.2018

Kebetulan yang HQQ

Barusan, sekitar pukul 8 pm, aku krasak krusuk nyari botol spray kosong. Perasaan tuh botol selalu nongol pas gak dibutuhkan. Sekalinya dibutuhkan aja, dicari kesana kemari gak ada penampakannya.

Dalam rangka pencarian itu, aku buka satu laci lemari bergambar hello kitty yang jaraaaaaang banget ku sentuh. Khusus laci itu aja. Karena letaknya paling bawah dan kayaknya gak ada sesuatu yg penting disana. Yah kali aja botol spray nya nyelip disana kan ga ada yang tau. Atau ketika ku buka laci itu lalu muncul Doraemon, atau malah Hello Kitty, well nobody know kann mereka sama2 kucing. Jadi ku buka aja deh.

Disana aku menemukan barang2 prasejarah yg benar2 gak penting ky kaus kaki, potongan-potongan album poto yg sudah tercerai berai, dan lain-lain termasuk salah duanya notes kecil ku pas jaman kuliah.

Aku baru sadar, semalas itu kahh aku bawa buku / binder sampe2 catatan kuliah ku tulis di notes yang kecil mampus. Tapi aku punya binder khusus catatan kok pas kuliah! (pembelaan). Iya bahkan tuh binder ku pesan khusus dengan desain yang ku bikin sendiri, gambar2 tokoh anime Death Note yang udah ku collect gitu. Spesial pokoknya.

Balik lagi ke 2 notes kecil yang ku temukan. Yg satu, notes dengan cover tema Smurf yg ku beli entah dimana, isinya materi buat wawancara gitu, berhubungan sama tugas2 ku selama aktif di persma dlu. Dannnn tugas2 yang dikasih dosen jg ada disana. Oh ya dilembar akhir bahkan ada bbrapa judul buat Proposal skripsi, ide-ide awal tentang permasalah yang mau ku angkat dan berujung dengan penolakan oleh dosen Pembimbing. Suram yakk wkwk

Tapi ada satu lembar yang bener-bener mengalihkan perhatian ku, berada di tengah2, random abis. Tulisan tangannya juga bukan punya ku. Tulisan itu berbunyi “Kadang melepas itu lebih baik dan membuat lega. Sayangnya beberapa manusia semacam ketagihan rasa sakit”~
Aku ingat sekarang itu tulisan tangan punya siapa.
Aku hanya bisa tersenyum. Kok bisa ya tulisan itu ku temukan sekarang. Apa emang sudah saatnya ditemukan.
(Spoiler for image menyusul saat bisa buka ini blog lewat PC)

Notes yang satunya, punya bentuk  baju Joger, oleh2 dari Bali yang dikasih kk kedua ku. Di cover depannya ku tempelin stiker wajah Siwon Super Junior buat menutupi gambar aslinya yg menurut ku agak vulgar. Isi notes ini hampir banyak materi kuliah, bahkan ada jadwal kuliah juga disana,  dan daftar nilai yg ku peroleh di beberapa semester, program kerja ku selama aktif di persma, dan bisa ku pastikan umur notes ini lebih lama daripada notes sebelumnya, karena disana terdapat catatan yang ditukis dengan tinta merah oleh seseorang yang aku lupa siapa, isinya alasan ditunjuknya seorang senior ku menjadi Pimpinan Umum di Lembaga Pers Mahasiswa yang saat itu menaungi kami.

Dan ada lagi hal yang mengejutkan, di satu lembar halaman. Lagi-lagi letaknya random, ditengah-tengah, terdapat curhat an ku sendiri. Cuma satu lembar itu tok. Ditulis dengan bahasa Inggris yang lumayan lah, masih amat sangat bisa dimengerti karena kesederhanaan kosa kata nya. Isinya berbunyi:
“Monday’s night, 3-3-2014, 11.30 pm
I’m worrying about you... all about you.. I just thinking of you, yeah.. just you
Always you... I really can’t get you out my mind
Don’t you know that?
Of course you won’t know
Even I’m crying tonight.
I’m worry that you just playing with me...
I’m worry that after you can open my heart
You’ll leave...
All of reason of my fear is you!!!”

Sungguh catatan seorang mahasiswi tanggung yang baru tau kalo jatuh cinta itu gak enak.
Ku amati tulisan itu lekat-lekat. Ku perhatikan tanggalnya dengan waktu seksama.
Sadar suatu hal. Aku tetegun sekaligus geleng-geleng kepala dan tersenyum meliat tanggal yang tertulis disana. Bukan kah itu tanggal hari ini?? Ya, hari ini juga tepat tanggal 3-3-2018! Sudah 4 tahunn coyy.. kebetulan sekali bukan?!

Aku ga ngerti apa maksud Tuhan  memberikan tanda ini. Sekedar pengingat kah atau sebagai petunjuk. Entahlah.

Aku teringat satu hal penting lainnya, kebetulan Mama ku ada di dapur. Tepat di sebelah ku yang sedang duduk didepan laci lemari yang letaknya sebelum pintu dapur kami.
‘Maa...’
‘Apa?’
‘Hari ini tanggal 3 Maret kan? Ulang tahun Ka Santi (kk pertama ku)’
‘Iya kah?? Wah sampe lupa.. sms gih.’
Aku baru ingat klo hp ku sdh lama ga diisi pulsa. Akhirnya Mama ku yang nelpon lebih dulu. Baru kemudian setelah ku isi pulsa nomer ku, cuma sms berisi ucapan selamat dan doa yg bisa ku kirimkan .
Read More..

1.29.2018

Review Film 'DILAN 1990'


Akhirnya tiba juga saatnya. Hari dimana post kali ini aku akan ngomongin Dilan (lagi).
Well,throw back sikit, dulu di Tahun 2015 pas pertama kali 'kenalan' sama buku Dilan 1990, aku langsung nulis pesan dan kesan yang cukup dramatis wkkwkwk
Spoiler buat link nya  >> Ah... Dilan!!

Nahh, sebenernya pas aku baca buku lanjutannya, Dilan 1991 itu bukannya ga pengen lanjutin reviewnya lagi, tapii yaah akhir ceritanya sesuai dengan kekhawatiran ku di review buku pertama. Terlalu baper sampe gak bisa nulis lagi, hahaa.. begitu juga ketika aku membaca buku terakhirnya 'Milea.. (Suara dari Dilan)' yang bercerita dari sudut pandang Dilan. Liat sampulnya aja sudah tersurat kutipan "Perpisahan adalah upacara menyambut hari-hari penuh rindu". Sangat disayangkan memang.

Awalnya ketika mendengar kabar kalau Dilan akan segera difilmkan, jujur aja aku kurang sreg, belum apa-apa. Soalnya takut filmnya gak bakal bisa mewakili cerita di buku, kan kebanyakan film yang ngadaptasi dari Novel tuh selalu terasa ada yang kurang puas sih.

Apalagi, ehemm.. apalagi pas yang meranin tokoh Dilan udah diumumin. Sedikit kaget awalnya. Iqbaal? cocok gak yaa.. perasaan mukanya kurang sangar deh 😕
Pas baca novelnya aku sih bayangin sosok Dilan mirip-mirip Randy Ahmad, yang meranin Arai di film Sang Pemimpi, kan dapet tuh kucel-kucelnyaa. ya jelas gak seganteng Iqbaal. Kan kata suhayah kalo Dilan ganteng gak perlu jago ngerayu.. wkwk
Nah kan terus-terusan kepo tuh, sampai aku liat potonya Iqbaal sebagai Dilan bareng Dissa (Adek Dilan, diperankan oleh Zara JKT48)
Ternyataaaa cucok meong bwookkkkk 😁😁😁
Akhirnya aku percaya percaya aja deh.. liat nanti aja, baru bisa nilai.. yah semoga aja pas nntonnya bener-bener terlepas dari ingatan kalo dia pernah sukses bareng CJr 😂

Dan ternyataaa setelah ditonton filmnya gak mengecewakan kok gaesssss.
Sesuai ekspektasi.
Emang sih di adegan awal Dilannya (menurutku) pas ngomong agak kaku (atau mungkin karena emang bahasanya masih bahasa anak tahun 1990 jadi aku belum terbiasa), tapi pas udah jalan filmnya dari pertengahan sampai akhir, udah terbiasa dan jatohnya emang jadi natural aja lah.

In My Opinion, yang paling penting dalam cerita Dilan terletak pada dialognya. Kalau di buku kan bebas mau dialognya sepanjang apapun juga, asik aja bacanya. Tapi kalau di film kan gak semua dialog yang masuk dalam scene. Entah karena aku udah lama gak baca novelnya jadi kurang ingat dialog-dialog Dilan yang selalu bikin senyum-senyum, tapi dalam film, dialog yang muncul pas sesuai porsinya. Dialog-dialog yang penting untuk membangun karakter Dilan berhasil dimunculkan. Dan gak menghilangkan esensi dari cerita di novel. 

Visualisasi dan penggambaran tokoh juga tepat. Tapi hanya terfokus pada Milea dan Dilan sih. Sedangkan peran teman-temannya, yang notaben dalam buku menurut ku begitu penting, soalnya kan kebanyakan alur ceritanya itu gak pernah lepas dari interaksi bareng teman-temannya seperti Piyan, Wati, Nandan, Akew dan Anhar.. bahkan Akew aku lupa di film dia muncul dalam scene mana. Padahal Akew ceritanaya sangat dekat dengan Dilan, dan di Dilan 1991 nanti ada cerita yang membuat Dilan harus kehilangan temannya itu. Nah, di film sayangnya peran teman-temannya gak terlalu ditonjolkan sih menurut ku.

Romantisnya karakter Dilan dengan cara sederhana, udah dapet.
Lucunya juga udah dapet.
Film ini sepanjang pemutarannya mampu membuat penonton tersenyum, ketawa, dan baperrr.. hahaha aku bilang penonton loh yaaa, jadi bukan aku (aja). Soalnya kan jelas ekspresi penonton satu studio saat ada adegan romantis sedikit, langsung pada berisik 😂

Terus yang terakhir, latar kota Bandung yang jadi salah satu khas cerita Dilan berhasil membuat suasana film menjadi vintage. Pengambilan gambar dan lokasi yang tepat  berhasil membawa kita ke Bandung di tahun 1990. Walaupun diambilnya udah di jaman now yang katanya Bandung udah bener-bener banyak berubahhhh.. katanya loh ya, kan aing belom pernah kesana.

Oh iya, masih ada yang kurang.. kalau Iqbaal meranin Dilan yang aneh, romantis dan lucu nya udah dapet, gimana soal Dilan sebagai Panglima Tempur? hemmm tatapannya sih udah tajam yaa tapi tetep aja kurang sangar.. abis mukanya manis gituuuu 😆😭 apalagi pas senyum, alig dahhh.. 😭 bikin aing demen ma bocah wkwkwk
Kalau Milea yang diperanin Vanessa mah aku gak mau komen banyakk, soalnya udah pas banget... gak salah deh pas suhayah pertama kali liat Vanessa langsung bilang 'kamu Milea ya??'

Overall, film ini bagus. Sutradara berhasil memvisualisasikan karya Pidi Baiq dengan sempurna. Lah kan garapnya sambil di direct langsung sama Suhayah jugaa, jadii mantap deh.
Mengihiburnya dapet pet pet. Kan tujuan kita nonton film buat hiburan. Jadi target tercapai dehh.
Kalau kasih nilai 1-10, buat Dilan ini aku kasihhhh 8,5 😁
Kalau diajakin nonton lagi juga gak nolak kok, haha

Yang jelas, untuk sekuelnya Dilan 1991, udah gak sabar buat nonton walaupun udah tau akhirnya gimana. Bakal bapering kali yaak, selama ini kan kalau nonton film  dengan genre sama happy ending mulu. Jadi penasaran gimana rasanya nanti.

See you again, Dilan!
Bhayyyy



 
Read More..

1.02.2018

FIX ME

When you try your best but you don't succeed
When you get what you want but not what you need
When you feel so tired but you can't sleep
Stuck in reverse

And the tears come streaming down your face
When you lose something you can't replace
When you love someone but it goes to waste
could it be worse?

 Lights will guide you home
and ignite your bones
And I will try to fix you

High up above or down below
when you're too in love to let it go
but If you never try you'll never know
Just what you're worth

Lights will guide you home
and ignite your bones
And I will try to fix you

Tears stream down your face
When you lose something you cannot replace
Tears stream down your face and I

Tears stream down your face
I promise you I will learn from all my mistakes
Tears stream down your face and I

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you



-COLDPLAY-
Read More..

12.26.2017

SEBUAH RESOLUSI

2017 sudah mau berakhir. Dan biasanya orang-orang bakal banyak yang bikin resolusi buat 2018.
Aku bukan termasuk orang yang biasa bikin resolusi sih tiap akhir tahun.
Sebelumnya gak pernah punya resolusi bahkan. Karena males mikir dan males punya target, hahaa gak punya cita-cita 😐

Tapi pagi ini, saat perjalanan balik ke Pulang Pisau, aku menemukan sebuah resolusi yang lumayan bikin semangat buat memulai 2018. Iya, di atas kapal ferri yang biasa membawa ku buat nyebrang di Kapuas, biasanya emang ku lalui dengan melamun. Kali ini, ngelamunnya bisa dibilang berfaedah dan berkualitas lah 😅, karena berkat ngelamun pagi ini, aku punya ide cemerlang, menurut ku sih--untuk saat ini-- itu merupakan ide yang cukup brilian dan aku ngerasa bego banget selama ini kenapa gak kepikiran hal itu.

Ternyata ada benarnya apa yang ku baca pada postingan instagram tentang kebiasaan melamun. Nih spoiler nya:


Itu aku banget, wkwkwkwk 😂😂😂
Yang ngelamun pas rapat atau pertemuan maksudnya, hahaa
Cerita sedikit yaa, biasanya di kerjaan tuh kami ada morning meeting tiap pagi (yaiyalah namanya juga morning), nah tiap bidang pada ngumpul disana. Dan yang mewakili dari bidang kami cuma satu orang, jadi kami biasanya gantian. Kalau aku yang ikut meeting, kebiasaan banget tuh ngelamun mulu. Soalnya aku gak ngerti yang lain pada ngebahas apa, masalah teknis di lapangan gitu lahh, istilah-istilahnya juga gak ngerti, biasanya sih ngomongin kerusakan atau dan solusi memperbaikinya atau diganti baru gitu. walaupun udah mencoba nyimak biasanya juga malah gagal paham sih, jadi ujung-ujungnya ngelamun aja gitu, gak sengaja juga😅
Jadi misalkan ada yang nanya soal pengadaan ditengah-tengah pembahasan teknis, biasanya aku kayak orang kekuarangan aqua, gak tau kalau pertanyaannya diajukan pada ku, dan pas sadar bakal nanya, "pertanyaannya apa tadi ya?"
Yah seperti itu lah contoh buruk tentang melamun pada waktu dan tempat yang salah :hammer:

Tapi ternyata melamun itu ada manfaatnya juga loh, biar postingan kali ini jadi lebih berisi, gak ada salahnya ye kan ngasih artikel walaupun dikutip dari laman lain, ya kali kalo aku bikin sendiri mah seharian gak kelar-kelar, ga kerja-kerja juga 😏


 Sumber : yukepo.com
Semua orang tentu pernah melamun. Setiap harinya kamu pernah melamun atau bengong. Ketika menunggu, ketika merasa lelah, atau bahkan ketika kamu lagi berbicara dengan orang lain. Tapi, tahukah kamu bahwa melamun bisa membawa manfaat yang banyak bagi diri kita? Memanfaatkannya mudah banget kok. Jadikan melamun sebagai kebiasaan yang bisa membawamu ke hal-hal positif. Arahkan pikiranmu ketika melamun untuk memikirkan hal-hal yang baik. Kalau udah begitu, kamu bisa banget nih mendapatkan 10 manfaat dari melamun berikut ini.

1. Melatih otak

Seorang neuroscientist, Dr Muireann Irish menjelaskan bahwa sebenarnya melamun itu adalah aktivitas yang sangat kompleks. Manusia adalah satu-satunya makhluk yang dianugerahi kemampuan melamun. Kemampuan mengingat masa lalu dan membayangkan hal-hal di masa depan dapat membantu otak manusia untuk membuat jalur otak yang baru. Dengan kata lain, melamun bisa melatih otak kamu nih.

2. Mengistirahatkan otak

Ketika kita terjaga, ada dua bagian otak yang berfungsi secara penuh: bagian analisis pembuatan keputusan dan bagian yang berhubungan dengan empati. Ketika salah satu bagian sangat aktif, maka bagian yang lain menjadi kurang aktif. Nah, melamun dapat membuat kedua bagian ini aktif secara bergantian seolah ada lampu yang bercahaya di kedua bagian otakmu yang menyala secara bergantian.

3. Menjadi lebih kreatif

Tahukah kamu, J.K. Rowling menelurkan karya yang hebat berkat lamunannya? Yap, melamun bisa bikin kita kita jadi lebih kreatif lho. Ini bisa terjadi karena ketika melamun, pikiranmu berjalan-jalan ke bagian-bagian otak yang berbeda dan mengumpulkan informasi-infromasi yang akan tersambung menjadi ide yang unik. Jadi, jangan remehkan lamunan ya, bisa jadi ide-ide hasil dari melamun itu bisa bikin mimpimu jadi nyata!

4. Melatih rasa empati, open-minded, dan memahami orang lain

Sama seperti kemampuan mengingat masa lalu dan membayangkan masa depan, kamu juga bisa melatih kepekaanmu. Karena dengan melamun kamu akan berpikir tentang apa yang orang lain rasakan atau pikirkan tentang kamu. Kalau kamu mau melatih kemampuan kamu untuk memahami orang lain, kamu bisa melamun dengan memikirkan apa sih yang orang lain harapkan tentang kamu dan seberapa berharganya orang lain di mata kamu. Tuh kan, melamun nggak selamanya tentang bengong doang.

5. Merasa lebih terkoneksi dengan orang-orang terdekat

Memikirkan seseorang yang kamu sayang akan menciptakan perasaan terkoneksi dan membuat kamu seolah menjadi lebih dekat. Penelitian menunjukkan bahwa ada yang namanya “approach oriented” jenis lamunan tentang seseorang yang dicintai dan akan menimbulkan rasa bahagia, rasa cinta, dan koneksi secara emosional. Artinya, jenis lamunnan ini bisa berdampak positif bagi kesehatan kita juga.

6. Meningkatkan daya ingat

Working memory adalah kemampuan otak manusia dalam menyimpan dan mengingat informasi saat itu juga meski sedang terdistraksi atau terganggu. Nah, penelitian terbaru dari University of Wisconsin and the Max Planck Institute for Human Cognitive and Brain Science menunjukkan bahwa ada lho hubungan antara melamun dan kemampuan working memory. Artinya dengan melamun, kemampuan working memory dan daya ingatmu pun akan semakin baik.

7. Meningkatkan produktivitas

Mungkin terdengar agak aneh ya, kok bisa sih melamun malah meningkatkan produktivitas? Jadi, ada penelitian dari Bar-Ilan University yang mendefinisikan melamun sebagai aktivitas spontan di mana pikiran dan asosiasi dapat diatur sendiri. Penelitian tersebut membuktikan bahwa melamun dapat berdampak positif di mana seluruh aktivitas tersebut dapat dilakukan secara bersamaan membentuk suatu aktivitas otak yang membantu agar lebih produktif.

8. Lebih sehat jiwa raga

Melamun itu diibaratkan juga dengan self-hypnosis atau menghipnotis diri sendiri. Inilah yang membuat orang yang melamun jadi nggak gampang stres. Tapi ini pun harus sering-sering dilatih. Misalnya kamu grogi ketika akan presentasi, kamu bisa sejenak melamun untuk memikirkan cara apa yang bisa kamu lakukan agar kamu nggak stres. Melamun juga menyehatkan otak, misalnya dengan membantumu untuk lekas tertidur.

9. Membantu menggapai cita-cita

Bayangkan kalau kamu bisa lebih kreatif, daya ingat meningkat, produktivitas jadi lebih mantap, dan kamu jadi nggak mudah stres dengan melamun. Itu artinya melamun bisa membantu kamu menggapai cita-cita dan harapan kamu dong? Bahkan ada lho penelitian yang membuktikan bahwa ketika kamu melamun, bagian otak yang berfungsi untuk memecahkan masalah jadi lebih aktif. Maka dari itu, set your goal, pikirkan cara-caranya, dan biarkan otakmu yang bekerja!

10. Paling penting, kamu bisa merasa lebih bahagia!

Kalau kamu mendapatkan semua manfaat melamun, udah pasti kamu bisa merasa lebih bahagia nih guys. Karena dengan melamun kamu jadi punya harapan dan mampu mengantisipasi hal-hal di kemudian hari. Nah, kedua hal itu erat kaitannya dengan rasa bahagia.


Nahh ituu.. selama melamun menghasilkan sesuatu yang positif ya gak masalah, asal jangan kebiasaan kayak pengalaman ku tadi. Tapi gak mesti juga sih melamun harus mengahsilkan sesuatu. Bisa juga cuma relaksasi, walaupun gak ada yang dipikirin, otak kita juga perlu istirahat cuy, jadi gak pa pa lahh klo sekali-kali bengong asal jangan sampe kesambet, kan berabe.

Ini  pembahasannya udah agak melenceng dari judul, yaitu sebuah resolusi buat 2018, yang dibahas malah ngelamunnya, hahahahaha sengaja (pengalihan topik ceritanya 😂). Gak perlu dibahas disini juga apa resolusi yang ku dapat setelah melamun tadi pagi. Soalnya kita udah dewasa, ya kannn.. gak perlu terlalu detail untuk hal yang sifatnya privasi. Yang jelas dan yang terpenting usaha buat mewujudkannya. Semoga aja bisa tercapai yaa, ntar kalo udah kesampaian mungkin bakal ku share disini.

Sekarang aku mah udah cukup bahagia punya visi dan misi dalam bentuk resolusi 2018, yeaaaahhh akhirnya aku punya cita-citaaaa !! 😁😁😁  
Read More..

12.18.2017

PERFECT

I found a love for me
Darling just dive right in
And follow my lead
Well I found a girl beautiful and sweet
I never knew you were the someone waiting for me
 

'Cause we were just kids when we fell in love
Not knowing what it was
I will not give you up this time
But darling, just kiss me slow, your heart is all I own
And in your eyes you're holding mine


Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms
Barefoot on the grass, listening to our favorite song
When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath
But you heard it, darling, you look perfect tonight


Well I found a woman, stronger than anyone I know
She shares my dreams, I hope that someday I'll share her home
I found a love, to carry more than just my secrets
To carry love, to carry children of our own
We are still kids, but we're so in love
Fighting against all odds
I know we'll be alright this time
Darling, just hold my hand
Be my girl, I'll be your man
I see my future in your eyes
Well, I found a man
Stronger than anyone I know
He shares my dreams
I hope that someday we'll share a home
I found a love
To carry more than just my secrets
To carry love, to carry children
Of our own
We are still kids, but we're so in love

Fightin' against all odds
I know we'll be alright this time
Darling, just hold my hand
Be your girl, you'll be my man
And I see my future in your eyes
Well baby, I'm dancing in the dark
With you between my arms
Barefoot on the grass
 
Baby, I'm dancing in the dark, with you between my arms
Barefoot on the grass, listening to our favorite song
When I saw you in that dress, looking so beautiful
I don't deserve this, darling, you look perfect tonight


Baby, I'm dancing in the dark, with you between my arms
Barefoot on the grass, listening to our favorite song
I have faith in what I see
Now I know I have met an angel in person
And she looks perfect
I don't deserve this
You look perfect tonight
ED SHEERAN # Beyonce

Read More..

11.07.2017

BELAJAR ARTI HIDUP

Judul postingan kali ini agak 'heavy' ya, karena jujur bingung juga mau nulis tentang apa, banyak sih hal-hal yang udah berlalu dan dilewati gitu aja.
Aku bikin blog ini sejak tahun keempat kuliah, tepatya 2014 lalu. When I was 21. And now, three years has been passed, guess how's my age? yahh gak perlu pinter matematika buat ngitungnya.

Am I mature enought?
Apa aku udah cukup buat dibilang dewasa? I don't know.
Secara sifat, belum dewasa sih kayaknya, apa mungkin karena aku anak bungsu? gak juga sih, biar anak bungsu, aing gak manja deng.

Pertanyaannya, gimana sih mengukur kedewasaan seseorang?
Kalau mandiri, aku udah cukup mandiri kayaknya.
Buktinya aku udah bisa ke luar kota sendirian, jaga diri and I'm fine.
Walaupun ini pengalaman pertama sih.

Tapi yaa, aku udah terbiasa gitu ngelakuin semuanya sendiri. Yes I am independent :bangga:

Nah balik lagi ke pertanyaan awal, apa sih yang jadi ukuran kedewasaan seseorang?
menurut ku, bisa dari cara pandang dan problem solving.

Cara pandang ku diumur 24 tahun, aku menjadi Riska yang gak terlalu banyak mikir tentang bisa atau gak nya aku melakukan sesuatu, kalau emang harus dan perlu, I'l just like "let's do it".
Terus, aku juga gak mau melihara kekhawatiran akan masa depan. Menurut ku, yang penting aku jalani aja hari ini, besok dan nantinya itu urusan yaa besok dan nanti. Who know what will happen?

Tentang Problem solving, aku agak sangsi sama kemampuan ku, kyakanya aku gak terlalu signifikan deh wkwk
Soalnya, sejak kerja, aku tuh kayak nyemplung ke dunia yang dipenuhi hal-hal baru. Dari awal On Job Training sampe sekarang, aku masih belajar dan terus belajar. And that's why I was here.

Jadi sekarang aku di Surabaya, kota yang mainstream banget jadi tujuan Dinas Luar (DL) para karyawan di perusahaan kami. Soalnya disini tuh letak kantor pusat dan Unit Pembangit juga, ada Academy juga walaupun di kota-kota lain juga ada. Yaa seperti yang ku lakukan sekarang, dapat pelatihan di Academy selama tiga hari. Ini udah hari kedua. Dan seperti yang ku bilang sebelumnya ini pertama kalinya aku DL sendirian, dan stay di Hotel aja, selain bingung mau kemana, lumayan ngehemat juga. Sebelumnya udah pernah kesini, tapi ya rame-rame atau ada temennya lah setidaknya. Kalau dihitung-hitung ini kali ketiga ke Surabaya, tapi yang kedua gak bisa dibilang kesini juga karena cuma lewat doang, pas ke Malang bulan Agustus lalu. Jadi kesempatan ini tu bener-bener 'me time' banget yak, waktu yang tepaaaaat buat nulis blog, karena selama ini agak susah nyari waktu yang beneerbener aku bisa sendiri, ada laptop dan wifi, hahaa

Ngomongin soal kerjaan dikit, sebagai gambaran umum aja, karena selama ini aku gak ada ngasih gambaran gitu kerjaan ku gimana selama satu setengah tahun terakhir ini.
Jadi, kerjaan ku tuh, duduk manis di depan monitor, every single day. Sebagai staff Pelaksana Pengadaan Barang/Jasa. Bahkan sampai sekarang masih banyak yang salah kaprah ngira aku di bagian keuangan, bahkan beberapa temen sesama karyawan seangkatan ku sendiri, ngiranya aku dikeuangan.
Padahal antara Pengadaan dan keuangan tuhh beda banget yaaa walaupun saling berhubungan.

Sebagai Pelaksana Pengadaan itu ya memproses permintaan Pengguna Barang/Jasa (user), dari awal Permintaan Penawaran sampai jadi Kontrak dan Purchase Order (PO). Ada juga sih Pengadaan yang gak harus pake PO dibawah nilai tertentu. Dan proses pengadaan juga macem-macem, tergantung nilainya dan kebutuhannya.

Dengan kata lain, Pelaksana pengadaan itu sebagai perantara antara perusahaan kami dan pihak luar / pihak kedua dalam kerja sama untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. Analoginya gini, seorang chef yang pinter masak pasti perlu resep buat bikin masakannya. Nah resep itu kan terdiri dari bahan baku belum jadi atau setengah jadi tuh. Chef itu bisa ngedapetin bahannya dari mana aja. Dan pastinya perlu supply bahan buat masak. Tugas kami sebagai pelaksana pengadaan ya buat kejasama ama penyedia (supplier) yang bisa nyediain apa yang dibutuhkan chef buat masak, termasuk perlatan masak maupun bahan baku utama nya. Semoga analoginya kena yak, hehe

Nah, jadi setiap hari kerja kami tuh selain memproses pengadaan dari awal smpai akhir alias pembuatan kontrak dan PO tadi, kami juga mesti memfollow up supplier-supplier yang udah terikat kontrak maupun calon supplier yang masih dalam proses pengadaan. Komunikasi sangat peting disini. Makanya kami dituntut buat bisa multi tasking. Contoh kecilnya yaa, whatsapp tuh mesti on dan cepat tanggap, karena itu sih biasanya media buat komunikasi sama supplier. Kadang yang bikin pusing itu juga, karena pas lagi kerja serius gitu yang membutuhkan konsentrasi khusus, eh supplier A nge-WA nanya ini itu yang mesti diterusin lagi ke gudang atau user terkait. Belum lagi kalau supplier B, Supplier D dan G juga ngubungin, kalau kurang mizone bisa ketuker-tuker tuh ngasih infonya, hahaa.
Pokoknya tugas kami ngasih info juga sama Supplier, yah sebagai perantara tadi lah, jadi emang kudu sabar sih kalau dapat supplier yang kadang ngeselin, alias sulit diajkr kerjasama dalam artian kurang kooperatif. Rata-rata sih enak aja, tapi ada juga sihh yang kaya gituu. Adaa.

Dan alasan ku diikutin pelatihan disini kebetulan temanya yaa Pembuatan kontrak, tapi yang dibahas dari awal mulai dari Supply Chain Management nya yang mencakup proses pengadaan dan manajemen2 lainnya yang dibutuhkan. Sebagai alumni Hukum, kerjaan ku sekarang bisa dibilang gak melenceng juga dari apa yang udah ku pelajari selama kuliah. Masih relevan lah. Disini aku ingatkan lagi akan asas-asas dan istilah yang lama gak ku dengar, kayak lex specialis derogat legi generalis, tentang syarat sah perjanjian, dan lain-lain lahh. Overall, Pelatihan kali ini, benar-benar 'pelatihan' karena kami banyak disuruh latihan bikin ini itu, tugas kelompok dan diskusi. Yang bikin capek juga ternyata. Tadi sore aja aku langsung tidur pas dateng ke hotel saking lelahnya.

Setiap perusahaan punya budaya masing-masing yang mesti jadi semangat dalam mewujudkan visi dan misi perusahaan kan ya. Disini, budaya perusahaan tuh sangat identik dengan kehidupan kami, bisa dibilang 'sangat mewakilkan' dan relatable lah dengan apa yang ku jalani. Bahwa hidup bukan sekedar utuk hidup. Tapi menghidupi. Karena hidup bukan hanya tentang diri sendiri.

Disini aku merasa bekerja sambil belajar dan terus belajar, kami dituntut untuk selalu melakukan improvement bahkan inovasi yang bakal sangat diapresiasi kalau emang layak dan bermanfaat untuk kemaslahatan umat #halah wkwkwkwk

Ya gitu lah pokoknya.

Oh ya, selama hidup sebagai seorang yang udah punya tanggung jawab moral dan tanggung jawab sosial, aku merasa bahwa banyak banget tantangan dalam hidup, yang bikin aku merasakan live is hard coyy. Tapi selama kita menjalaninya dengan effort dan keyakinan diri bahwa kita mampu, maka gak ada yang gak mungkin. Dan selama kita masih punya Tuhan tentunya, All is well.

Sekarang fokus ku dalam hidup itu simple sih, bahagia itu pilihan. Cukup bahagia kah kita dengan plihan yang kita buat? cukup bahagia kah mereka? orang-orang terpenting dalam hidup kita. Karena kebahagiaan itu gak ada artinya kalau cuma buat diri sendiri. Karena bahagia itu bukan tentang diri sendiri, tapi ketika kita bisa membuat orang lain seperti orang terdekat kita, orang kita sayang, keluarga kita bahkan kucing-kucing peliharaan kita juga merasakan kebahagiaan yang hakiki
Sulit? maybe
karena kadang aku merasa aku gak bisa menyenangkan semua orang. aku gak bisa memenuhi kemauan setiap individu yang berbeda-beda. Aku juga punya pilihan sendiri yang mungkin aja berbeda dengan kemauan mereka. Kembali lagi, live is a choice, and once if you doin wrong, live always offer you a second chance. Tapi ga jarang juga, kesempatan kedua gak datang buat mereka yang dapat Dana Umum (oke ini bukan monopoli)

Nah kebetulan nih, bulan ini kayaknyaa waktu yang baik buat ke luar kota karena habis pulang dari sini, minggu depan aku bakal ikutan Emplyoee Gathering batch 2, horeee goes to Jogjaaa, wait meee!
Exicited? yess 😁😁😁

Tapi suasana hati ku malam ini lagi gak telalu baik sih, bahkan aku ngetik kalimat diatas dengan ekspresi datar sebenarnya. Hmm, aku gak seharusnya kayak gini kan ya, aku gak bisa menggantungka suasana hati ku hanya karena suatu hal--yang aku gak bisa jelasin kenapa. But hey, even a stranger can make you smile. Oke, nobody else here, I'm alone but I still can smile like this today morning.

Read More..